Ketua Dewan Gerakan Yaman Selatan Tuntut Penarikan Pasukan Agresor
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50607-ketua_dewan_gerakan_yaman_selatan_tuntut_penarikan_pasukan_agresor
Ketua Dewan Gerakan Yaman Selatan menyerukan penarikan pasukan koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
(last modified 2026-07-29T04:05:44+00:00 )
Jan 28, 2018 16:24 Asia/Jakarta
  • Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
    Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Ketua Dewan Gerakan Yaman Selatan menyerukan penarikan pasukan koalisi militer pimpinan Arab Saudi.

Hassan Baoum dalam sebuah pernyataan, meminta warga di berbagai provinsi selatan untuk melakukan tindakan agar pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ditarik dari Yaman untuk mencegah memburuknya krisis di negara ini.

Menurut Mehr News mengutip Aljazeera, Minggu (28/1/2018), Baoum mengatakan, penarikan pasukan penjajah yang dipimpin Arab Saudi dari Yaman dalam rangka untuk menyelesaikan persoalan internal dan mencegah meluasnya krisis di masa mendatang.

Ia juga meminta gerakan-gerakan politik dan sosial di Yaman untuk masuk dalam dialog secara langsung dan menciptakan kanal-kanal komunikasi di antara mereka.

Pernyataan Ketua Dewan Gerakan Yaman Selatan tersebut dilontarkan ketika ketegangan di antara kelompok-kelompok Yaman selatan yang didukung oleh Uni Emirat Arab dan gerakan yang berafiliasi dengan Arab Saudi –yang mendukung Abd-Rabbuh Mansur Hadi, Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri– di Aden, meningkat.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah mengatakan, Arab Saud dan UEA berperan merusak dan berusaha membagi wilayah Yaman, namun suku-suku di negara ini bersatu dengan rakyat Yaman untuk menghadapi agresi militer Arab Saudi.

Serangan jet tempur Arab Saudi ke Yaman.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari AS dimulai sejak 26 Maret 2015 dan telah menghancurkan infrastruktur vital negara ini.

Blokade pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini.

Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman juga mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.

Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga di hari ke-1000 dari serangan ini telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. (RA)