Yaman: Klaim Pendudukan Bandara al-Hudaydah, Bohong
-
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi mengabarkan bahwa bandara al-Hudaydah masih dalam kontrol pasukan Yaman.
Seperti dilansir Mehr News, Rabu (20/6/2018), Ali al-Houthi dalam cuitannya di Twitter menulis, perang bukan hanya bandara, namun perang pantai, dan kemenangan bersama rakyat Yaman, serta tidak ada untuk para penjajah dan pengkhianat kecuali duka.
Dia lebih lanjut menyinggung bertambahnya jumlah korban tewas dari pasukan koalisi agresor Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menulis, banyak komandan koalisi ini tewas dalam peperangan yang terjadi dan klaim musuh tentang penguasaan bandara al-Hudaydah adalah bohong.
Sementara itu, anggota Biro Politik Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah, Ali Qahum mengatakan, perang di jalur pantai al-Hudaydah berlanjut hingga al-Khawkhah.
Menurutnya, perang di Yaman adalah menentukan dan musuh mengejar perang psikologis terhadap penduduk di kawasan ini, namun inisiatif tetap di tangan militer dan komite rakyat Yaman.
Sejak 13 Juni 2018, koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai serangan luas ke Yaman barat untuk menduduki Pelabuhan al-Hudaydah. Serangan itu dilancarkan meski telah diperingatkan mengenai memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman.
Al-Hudaydah adalah jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman. PBB baru-baru ini menyatakan kekhawatiran atas perkembangan di kota al-Hudaydah.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.
Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)