Ansarullah: Demi Uang, AS dan Inggris Ingin Lanjutkan Perang di Yaman
-
Mohammad al-Bukhaiti
Anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, Mohammad al-Bukhaiti mengatakan, berlanjutnya perang di Yaman dan penjualan senjata merupakan jaminan bagi kepentingan ekonomi Amerika Serikat dan Inggris.
IRIB melaporkan, Mohammad al-Bukhaiti Ahad (10/3) menekankan, kepentingan strategis dan politik AS dan Inggris di kawasan adalah konfrontasi dengan poros muqawama dan berlanjutnya perang di Yaman sehingga rezim Zionis Israel dapat terlindungi.
Al-Bukhaiti juga menilai berlanjutnya perang di Yaman merupakan jaminan bagi terealisasinya ketamakan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Ia menambahkan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berpikir untuk meraih ketamakannya di Yaman dengan melanjutkan perang.
"Rakyat Yaman akan mengalahkan musuh dengan persatuan dan solidaritas," papar al-Bukhaiti.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, UEA dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 serta memblokade negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi di Yaman sampai saat ini telah merenggut nyawa lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga sipil mengungsi.
Agresi militer Arab Saudi ini juga membuat Yaman mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan. (MF)