Publik Dunia dan Blokade Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i7153-publik_dunia_dan_blokade_gaza
Kondisi Jalur Gaza yang semakin memburuk saat ini berlangsung di saat publik dunia pasif menyikapinya. Dalam kondisi demikian, gerakan perlawanan Palestina, terutama Hamas dan Jihad Islam berulangkali mengingatkan semakin masifnya blokade Jalur Gaza oleh rezim Zionis.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 25, 2016 11:22 Asia/Jakarta
  • Publik Dunia dan Blokade Gaza

Kondisi Jalur Gaza yang semakin memburuk saat ini berlangsung di saat publik dunia pasif menyikapinya. Dalam kondisi demikian, gerakan perlawanan Palestina, terutama Hamas dan Jihad Islam berulangkali mengingatkan semakin masifnya blokade Jalur Gaza oleh rezim Zionis.

Rezim Zionis melancarkan blokade terhadap Jalur Gaza sejak akhir 2006 hingga kini. Sikap pasif publik dunia menyikapi kejahatan rezim Zionis, terutama di Jalur Gaza menyebabkan Israel memanfaatkan kondisi saat ini untuk mengalihkan opini publik dunia dari realitas yang terjadi Gaza dengan arogansi penuh untuk memblokade seluruh wilayah tersebut.

Meskipun krisis kemanusiaan di Jalur Gaza sangat mengkhawatirkan akibat masifnya blokade Israel terhadap wilayah ini, tapi salah seorang pejabat rezim Zionis mengklaim Gaza tidak diblokade. Amos Gilad, Direktur Politik dan Militer Kementerian Perang rezim Zionis dalam statemen manipulatifnya mengklaim Gaza tidak diblokade dan setiap hari ribuan truk memasuki wilayah itu.

Statemen Amos Gilad mengemuka di saat Zionis sendiri berulangkali mengakui blokade Gaza yang hampir 10 tahun. Tidak hanya itu, publik dunia dan reporter PBB mengkritik kebijakan lalim Israel terhadap Gaza, dan menyerukan pencabutan blokade jalur Gaza.

Tidak sulit untuk membuktikan kebohongan klaim Amos Gilad dan pejabat rezim Zionis lainnya. Jika klaim tersebut benar, mengapa Israel menentang kunjungan pelapor PBB dan tim pencari fakta internasional memasuki Gaza ?

Berbagai laporan PBB dengan jelas menunjukkan kejahatan rezim Zionis terhadap orang-orang Palestina, terutama di Jalur Gaza. PBB mengkhawatirkan memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Data statistik menunjukkan selama beberapa tahun belakangan ini sekitar 500 orang Palestina meninggal dunia akibat blokade Israel terhadap Gaza. Jumlah tersebut kian hari semakin meningkat.

Eskalasi tekanan rezim Zionis terhadap bantuan kemanusiaan internasional ke Gaza berlangsung di saat militer rezim Zionis menyerang kapal bantuan internasional Mavi Marmara Turki, Mei 2010. Serangan tersebut menyebabkan tewas dan cideranya puluhan penumpang kapal bantuan kemanusiaan tersebut, yang sebagian adalah warga Turki.

Ancaman rezim Zionis terhadap konvoi bantuan kemanusiaan Gaza terus berlanjut dengan menghalalkan berbagai cara untuk menutup seluruh akses bantuan internasional terhadap wilayah yang diblokade itu.

Berlanjutnya kejahatan Israel di Jalur Gaza berlangsung di saat rezim Zionis tidak bisa lagi menutupi kejahatan yang dilakukannya sekarang ini. Kini, publik dunia tidak boleh lagi pasif menyikapi kejahatan tersebut supaya rezim Zionis tidak memanfaatkan kesempatan saat ini, dan mengakhiri tragedi kemanusiaan itu.(PH)