Motif Lawatan Putin ke Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i74750-motif_lawatan_putin_ke_arab_saudi
Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Arab Saudi yang kedua kalinya sejak berkuasa selama dua dekade terakhir.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 15, 2019 15:16 Asia/Jakarta
  • Kunjungan Putin Ke Arab Saudi
    Kunjungan Putin Ke Arab Saudi

Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Arab Saudi yang kedua kalinya sejak berkuasa selama dua dekade terakhir.

Rusia, dengan diplomasi "berdiri di antara ini dan itu" berusaha untuk mendapatkan konsesi dari Arab Saudi, bergitu juga dengan Riyadh. Upaya kedua pihak untuk mendapatkan konsesi dua arah tampaknya tidak sepenuhnya berhasil. Rusia tidak mau berkompromi mengenai kepentingan nasionalnya untuk beberapa konsesi yang ditawarkan Arab Saudi, dan rezim Saudi juga tidak bisa independen dalam kebijakan domestik, regional dan internasional  yang bertentangan dengan kepentingan AS.

Bloomberg hari ini melaporkan, sejak kesepakatan bersejarah antara Rusia dengan OPEC, tampaknya janji investasi miliaran dolar dari Saudi untuk Rusia dan transaksi lainnya sebagian besar tidak terpenuhi.

"Hubungan Rusia-Saudi berada pada tingkat yang baik, tetapi tidak memiliki kekuatan," kata Alexei Potemkin, CEO Moskow Policy Group. Sebagai imbalan atas perjanjian OPEC Plus, Saudi mengumbar janji bahwa Rusia akan mendapatkan kucuran investasi yang menguntungkan dan peluang kerja yang besar, tapi sayangnya, tidak terjadi seperti yang diharapkan Moskow.

 

Vladimir Putin dan Mohammad bin Salman

Sebelumnya,  Mohammad bin Salman bertemu dengan Putin pada 2015 dan menjanjikan 10 miliar dolar untuk mengkonsolidasikan persahabatan mereka yang baru terbentuk. Arab Saudi kembali menjanjikan investasi selama kunjungan Raja Salman ke Moskow pada 2017. Menurut statistik Rusia, kerajaan Arab Saudi sejauh ini hanya memenuhi seperempat dari janjinya. Namun, meningkatnya ketegangan dalam hubungan Tehran dan Riyadh dalam beberapa pekan terakhir telah mendorong Arab Saudi untuk menggunakan peran mediasi Moskow antara kedua negara.

Mungkin inilah alasan mengapa Rusia berharap kucuran investasi sebagai kompensasi dari solusi yang ditawarkan Moskow dalam upaya mendekatkan Arab Saudi dan Iran. Tapi, mediasi ini berada dalam bayangan kebijakan unilateral Trump, yang dipandang semakin melemahkan posisi Gedung Putih di kawasan dan dunia. Diplomasi Moskow akan  meningkatkan daya tawar Rusia di kawasan dan dunia. Pada saat yang sama, langkah ini dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran Tehran mengenai peningkatan hubungan Moskow dan Riyadh.(PH)