Saudi: Gerakan Ansarullah, Tetangga Kami
Rakyat Yaman pada hari Jumat (13/5/2016) turun ke jalan-jalan di ibukota Sanaa untuk memprotes intervensi dan kehadiran pasukan Amerika Serikat di negara itu. Mereka mengecam serangan koalisi agresor pimpinan Arab Saudi ke Yaman dan menolak segala bentuk keterlibatan AS.
Para demonstran juga menyuarakan dukungan kepada pemerintah Sanaa untuk melawan agresi Saudi serta meneriakkan slogan-slogan anti-rezim Al Saud dan AS.
Gerakan Ansarullah sebelum ini memperingatkan Arab Saudi dan sekutunya terkait pengiriman pasukan AS ke wilayah Yaman, dan menegaskan bahwa Washington memanfaatkan penderitaan rakyat Yaman untuk memajukan agendanya.
Pengiriman pasukan Amerika ke Yaman Selatan telah mengundang kemarahan kelompok-kelompok dan rakyat di negara tersebut. Sumber-sumber Yaman sebelumnya mengkonfirmasi masuknya 15 helikopter Apache dan lima Black Hawk milik militer AS ke pangkalan al-Anad di Yaman Selatan.
Sekitar 200 marinir AS pada Sabtu lalu juga tiba di kota al-Mukallah, Yaman Selatan bersamaan dengan kedatangan kapal induk Roosevelt dan enam kapal perang ke Teluk Aden.
Perkembangan Yaman menunjukkan bahwa intervensi langsung militer AS di Yaman untuk mendukung Saudi, juga tidak membantu menghentikan proses kegagalan Riyadh dalam berhadapan dengan rakyat di negara itu. Perkara ini tampak jelas dalam pengakuan para pejabat Saudi terutama tentang posisi Gerakan Ansarullah di tengah rakyat Yaman.
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir dalam sebuah gerakan mundur, memperkenalkan Gerakan Ansarullah Yaman sebagai tetangga Arab Saudi. Dalam sebuah wawancara di surat kabar Perancis, Le Figaro, al-Jubeir mengatakan, "Dua organisasi Al Qaeda dan Daesh adalah kelompok teroris. Namun Ansarullah adalah bagian dari rakyat Yaman dan tetangga kita."
Dia juga menyatakan optimisme tentang pembicaraan yang sedang berlangsung di Kuwait antara kelompok-kelompok Yaman.
Dalam sebuah tweet di laman Twitternya, al-Jubeir menegaskan bahwa apakah kita setuju atau tidak dengan Gerakan Ansarullah, mereka tetap menjadi bagian dari struktur sosial di Yaman.
Ia juga mengatakan bahwa Daesh dan Al Qaeda adalah organisasi teroris yang tidak boleh diberi kesempatan untuk eksis tidak hanya di Yaman, tapi di semua tempat lain di dunia.
Pernyataan itu disampaikan ketika Arab Saudi dalam agresinya selama lebih dari satu tahun di Yaman, ingin menghancurkan Gerakan Ansarullah. Perlawanan rakyat Yaman bersama Ansarullah telah memaksa Saudi dan Presiden terguling, Abdu Rabu Mansour Hadi duduk di meja perundingan bersama Ansarullah di Kuwait. (RM)