AS akan Hentikan Penjualan Senjata Baru ke Arab Saudi, Ini Pemicunya
https://parstoday.ir/id/news/world-i131336-as_akan_hentikan_penjualan_senjata_baru_ke_arab_saudi_ini_pemicunya
Seorang senator AS mengatakan kemungkinan negaranya akan berhenti menjual senjata baru ke Arab Saudi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 15, 2022 09:46 Asia/Jakarta
  • AS akan Hentikan Penjualan Senjata Baru ke Arab Saudi, Ini Pemicunya

Seorang senator AS mengatakan kemungkinan negaranya akan berhenti menjual senjata baru ke Arab Saudi.

Sekelompok anggota DPR Amerika baru-baru ini menuntut penarikan pasukan Amerika dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyusul keputusan OPEC Plus untuk memangkas produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari.

Chris Coons, Anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS dalam sebuah wawancara dengan CNN pada Jumat (14/10/20202) malam mengatakan bahwa kemungkinan Presiden Joe Biden akan menghentikan penjualan senjata baru ke Arab Saudi.

"Menurut pendapat saya, baik pemerintah maupun Senat AS akan mengambil tindakan terhadap Arab Saudi, dan salah satu dari tindakan ini kemungkinan besar akan menghentikan pengiriman senjata baru ke Arab Saudi di masa depan," ujar Coons

Senator AS lainnya dari Partai Demokrat, Chris Murphy, juga mendukung penghentian penjualan senjata ke Arab Saudi pada hari Jumat dan mengatakan bahwa AS harus menahan diri untuk tidak mengirimkan 280 sistem pertahanan udara ke Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken juga mengatakan bahwa negaranya sedang meninjau konsekuensi dari keputusan OPEC Plus yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk mengurangi produksi minyak pada hubungan kedua negara.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden baru-baru mengatakan, langkah Arab Saudi menurunkan produksi minyak dalam kerangka kerja sama dengan Rusia, akan berdampak pada hubungan Washington-Riyadh.

Gedung Putih menganggap keputusan OPEC Plus sebagai dukungan bagi operasi militer Rusia di Ukraina.

Keputusan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memangkas harga minyak mungkin telah menyebabkan kenaikan harga minyak di pasar global yang terjadi menjelang pemilu paruh waktu Kongres AS. Masalah ini dianggap sebagai pukulan politik yang keras bagi Presiden AS, Joe Biden.

Sementara Arab Saudi menyebut tuduhan Amerika bermotif politik, dan menolaknya.

Kemenlu Saudi membantah segala bentuk statemen terkait keberpihakan Riyadh dalam konflik internasional pasca-keputusan OPEC Plus untuk mengurangi produksi minyak. Kemenlu Saudi menambahkan, "Statemen-statemen ini tidak berlandaskan pada kenyataan. Keputusan OPEC Plus disepakati oleh seluruh negara anggota, bukan oleh satu negara saja."

Sebelumnya, media Saudi mengabarkan, Riyadh membeli 300 unit drone Wing Loong dari Cina yang merupakan penjualan terbesar bagi industri pertahanan Cina di bidang drone. Wing Loong adalah pesawat tanpa awak modifikasi dari generasi pertamanya yang didesain sebagai drone yang mampu terbang tinggi dan sedang.(PH)