Dirjen IAEA: Iran-Kelompok 5+1 Komitmen dengan JCPOA
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan, komitmen Republik Islam Iran dan Kelompok 5+1 dalam melaksanakan JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) lebih penting ketimbang tempat di mana uranium yang diperkaya Iran disimpan.
"Peraturan IAEA tidak mengizinkan untuk mengungkap perincian langkah-langkah pengawasan," kata Yukiya Amano ketika ditanya apakah IAEA melakukan pengawasan atau tidak dalam proses pemindahan uranium, seperti dilansir FNA.
Sebelumnya, Amano yang berpartisipasi dalam Konferensi Keamaman Munich, Sabtu (13/2/2016), telah menegaskan bahwa uranium yang telah diperkaya Iran telah dipindahkan ke Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan menyebutkan, semua uranium yang telah diperkaya Iran telah dipindahkan ke Rusia pada tanggal 28 Desember 2015 berdasarkan kesepakatan nuklir.
Ali Akbar Salehi, Kepala Organisasi Energi Atom Iran dalam wawancara dengan media internal negara ini, juga telah mengabarkan penyempurnaan proses pertukaran uranium yang diperkaya Iran dengan Rusia.
Menurut sumber-sumber Iran dan Rusia, uranium yang telah dipindah ke Rusia mencapai lebih dari 8,5 ton, dan sebagai gantinya, Tehran menerima sekitar 140 ton uranium mentah dari Moskow. (RA)