Jun 22, 2024 17:28 Asia/Jakarta
  • AS Khawatirkan Ketidakefektifan Iron Dome Israel Hadapi Hizbullah Lebanon

Sumber-sumber Amerika melaporkan bahwa Washington khawatir tentang kemungkinan sistem pertahanan udara rezim Israel yang dikenal sebagai Iron Dome tidak efektif melawan serangan Hizbullah Lebanon.

Tehran, Parstoday- Tiga pejabat Amerika kepada CNN mengatakan bahwa beberapa pejabat di Washington sangat khawatir jika terjadi perang habis-habisan antara rezim Zionis dan Hizbullah Lebanon, karena Hizbullah akan mampu menembus pertahanan udara wilayah utara pendudukan.

Parstoday mengutip CNN melaporkan kekhawatiran mengenai ketidakefektifan Iron Dome menghadapi serangan drone dan rudal Hizbullah Lebanon.

Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon hari Rabu menekankan runtuhnya citra pencegahan rezim Zionis, dengan menyatakan bahwa Hizbullah telah berperang hanya dengan sebagian kecil dari kemampuan militernya dan dilengkapi dengan senjata baru yang akan mereka tunjukkan di lapangan. 

Iron Dome, sistem pertahanan udara rezim Zionis, telah beberapa kali berhasil diserang oleh Hizbullah Lebanon dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Hizbullah Lebanon merilis sebuah video pada hari Selasa berjudul “Apa yang Dibawa Hud Hud” yang mencakup informasi udara mengenai pangkalan militer Israel di wilayah pendudukan, sistem pertahanan udara termasuk sistem Iron Dome, pangkalan angkatan laut dan Teluk Haifa.

Media Zionis telah menyatakan keterkejutannya atas mudahnya penetrasi pesawat pengintai Hizbullah Lebanon jauh ke wilayah pendudukan, mengumpulkan informasi sensitif dari posisi strategis rezim Zionis, termasuk fasilitas rudal, lokasi senjata, platform Iron Dome, pelabuhan dan kapal fregat Rezim Zionis, dan pelabuhan strategis Haifa.

Sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan penuh negara-negara Barat, rezim Zionis melancarkan pembantaian besar-besaran baru di Jalur Gaza dan Tepi Barat terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya dan tertindas.

Di sisi lain, perlawanan Palestina di Gaza dan kelompok perlawanan lainnya di Lebanon, Irak, Yaman dan Suriah telah mengumumkan bahwa mereka akan membalas kejahatan tersebut.

Menurut laporan terbaru, lebih dari 37.000 warga Palestina telah gugur, dan lebih dari 85.000 orang terluka sejak dimulainya babak baru serangan rezim Zionis di Gaza pada Oktober 2023.

Rezim Israel didirikan pada tahun 1917 dengan rancangan kolonialisme Inggris dan melalui imigrasi orang-orang Yahudi dari berbagai negara ke tanah Palestina dan keberadaannya diumumkan pada tahun 1948. Sejak itu, berbagai rencana pembunuhan massal dilakukan untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina dan mengambil alih seluruh tanah mereka.(PH)

Tags