Apa Kata Cendekiawan Malaysia soal Komandan Iran Penumpas ISIS?
https://parstoday.ir/id/news/world-i170502-apa_kata_cendekiawan_malaysia_soal_komandan_iran_penumpas_isis
Parstoday – Para cendekiawan dan intelektual Malaysia, menyoroti ketajaman pikiran, perlawanan, dan keberanian Syahid Letjen Qassem Soleimani, mantan Komandan Pasukan Quds, IRGC.
(last modified 2026-05-05T14:48:19+00:00 )
Jan 01, 2025 16:54 Asia/Jakarta
  • Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi Al Muhandis
    Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi Al Muhandis

Parstoday – Para cendekiawan dan intelektual Malaysia, menyoroti ketajaman pikiran, perlawanan, dan keberanian Syahid Letjen Qassem Soleimani, mantan Komandan Pasukan Quds, IRGC.

Pada saat yang sama para cendekiawan dan intelektual Malaysia, juga mengapresiasi peran, dan posisi kunci serta efektif Syahid Soleimani, dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan di Asia Barat.
 
Cendekiawan dan intelektual Malaysia, bertepatan dengan peringatan gugurnya Syahid Qaseem Soleimani, melakukan wawancara dengan IRIB News di Kuala Lumpur.
 
Mereka mengatakan, “Kehadiran langsung Syahid Soleimani dalam perang melawan ISIS, dan para ekstrimis teroris, adalah untuk mewujudkan stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Barat, dan sebagai sebuah poros strategis militer internasional, kepribadian Syahid Soleimani di dunia tidak aman hari ini, dikenal sebagai pahlawan, dan simbol perang melawan terorisme.”
 
Mohd Azmi Abdul Hamid, Presiden Malaysia Consultative Council of Islamic Organization (MAPIM), mengatakan, “Dengan memperhatikan perkembangan dalam beberapa hari ini di Asia Barat, lebih dari sebelumnya, peran dan posisi khusus Syahid Soleimani, dalam perang melawan terorisme, terang benderang dan jelas bagi semua orang.”
 
Ia menambahkan, “Jenderal Soleimani, sebagai salah satu seorang pahlawan regional, dalam beberapa tahun perang di Suriah, berhasil mengalahkan ISIS, boneka-boneka AS, dan Barat, dengan kekuatan iman, komitmen, dan ketajaman pikiran, dan ia juga berhasil menghancurkan konspirasi-konspirasi AS dan sekutunya Rezim Zionis di kawasan.”
 
Sementara itu, Ahmad Farouk Musa, Direktur Front Renaisans Islam Malaysia, IRF, mengatakan, “Amerika Serikat, pada dasarnya meneror Syahid Qassem Soleimani, atas dorongan Rezim Zionis.”
 
Menurutnya, teror pengecut Syahid Soleimani, telah mengungkap standar ganda AS, pasalnya dari satu sisi mengklaim melawan ISIS, tapi di sisi lain meneror satu-satunya orang yang secara total menghadapi serbuan kelompok teroris ini.
 
Ahmad Farouk Musa melanjutkan, “Langkah AS tersebut melanggar hukum, dan bertolak belakang dengan aturan internasional karena merusak perdamaian, dan keamanan serta membantu kelompok-kelompok ekstrem di kawasan sehingga menciptakan kekacauan sampai hari ini.”
 

 

Raja Dato Kamarul Bahrin Shah, Kepala Hubungan Internasional, Partai Amana Malaysia, menyoroti ketajaman pikiran dan rasionalitas jenderal besar Iran, Syahid Soleimani, di medan tempur sebagaimana diyakini oleh para pengamat militer internasional, sebagai sebuah poros strategis internasional.
 
Menurut Raja Dato Kamarul Bahrin Shah, bahkan musuh-musuh, dan pihak-pihak yang menaruh dendam kepada Syahid Qassem Soleimani, berulangkali mengakui peran dan posisi khusus Syahid Soleimani.
 
Ia menuturkan, “Selain kehancuran ISIS sebagai prestasi terbesar poros perlawanan, perkembangan yang bermanfaat lain seperti mencegah jatuhnya Irak, juga menjadi salah satu buah dari kerja keras Syahid Soleimani.”
 
Kepala Hubungan Internasional Partai Amana Malaysia menegaskan, “Partisipasi aktif, dan efektif Jenderal Soleimani, di berbagai medan tempur melawan para ekstrimis teroris, telah menunjukkan kepribadian beliau di dunia sebagai pahlawan, dan simbol perlawanan atas terorisme.”
 
Letjen Haj Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, IRGC, 3 Januari 2020 saat memenuhi undangan resmi pemerintah Irak, akibat serangan udara pasukan agresor dan teroris AS, gugur syahid di dekat bandara Baghdad, bersama Abu Mahdi Al Muhandis, Wakil Ketua Hashd Al Shaabi Irak, beserta delapan orang lainnya. (HS)