Presiden Filipina: Saya tak Akan Meminta Maaf pada Amerika
Presiden Filipina yang statemennya beberapa pekan lalu terkait Duta Besar Amerika Serikat di Manila telah mempengaruhi hubungan diplomatik kedua negara, menegaskan bahwa dirinya tidak akan meminta maaf kepada Amerika.
IRNA (13/8) melaporkan, Rodrigo Duterte, Presiden Filipina pekan lalu dalam pidatonya di hadapan personil militer negara itu, menyebut Philip Goldberg, Dubes Amerika di Manila sebagai homoseksual dan anak haram.
Menteri Luar Negeri Amerika mereaksi statemen Duterte itu dan memanggil Kuasa Usaha Filipina di Washington dan meminta penjelasan terkait alasan disampaikannya pernyataan tersebut.
Kedubes Amerika di Filipina, Jumat (12/8) menegaskan bahwa statemen Duterte tidak tepat dan tidak bisa diterima.
Situs berita Sun-Star mengabarkan, Presiden Filipina, Jumat mereaksi langkah Gedung Putih dengan membela statemennya.
"Saya tidak akan pernah meminta maaf kepada Amerika," tegasnya.
Terkait pertemuan pertamanya dengan Dubes Amerika di Filipina, Duterte menuturkan, saya tidak akan pernah meminta maaf kepada Amerika. Dubes Amerika ketika bertemu dengan saya juga tidak meminta maaf atas kesalahannya.
Menurut Duterte, ketika kampanye pemilu bulan Mei lalu, di saat ia berpidato tentang cara bersikap terhadap seorang pegawai Kedubes Australia, Golberg memulai ketegangan dengan dirinya. (HS)