Apa yang akan Dilakukan Iran Jika Eropa Aktifkan Mekanisme Snapback?
https://parstoday.ir/id/news/world-i175986-apa_yang_akan_dilakukan_iran_jika_eropa_aktifkan_mekanisme_snapback
Seorang anggota parlemen Republik Islam Iran menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil Iran apabila mekanisme pemicu (snapback) diaktifkan oleh pihak Eropa.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 20, 2025 04:54 Asia/Jakarta
  • Apa yang akan Dilakukan Iran Jika Eropa Aktifkan Mekanisme Snapback?

Seorang anggota parlemen Republik Islam Iran menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil Iran apabila mekanisme pemicu (snapback) diaktifkan oleh pihak Eropa.

Troika Eropa, yang terdiri dari tiga negara Prancis, Inggris, dan Jerman, baru-baru ini dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, sambil mengulangi tuduhan-tuduhan sebelumnya terhadap Republik Islam Iran, menyatakan kesiapan mereka untuk mengaktifkan mekanisme yang dikenal sebagai “snapback” atau mekanisme pemicu, jika Iran tidak melanjutkan kembali perundingan dengan Amerika Serikat dan komunitas internasional mengenai program nuklirnya. Tetapi, apa yang akan dilakukan Iran apabila mekanisme ini diaktifkan؟

Dalam hal ini, menurut laporan Pars Today yang dikutip dari laman Khabar Online, Ahmad Naderi, anggota presidium Majelis Syura Islam Iran, mengatakan: jika pihak Eropa melanjutkan kebijakan peningkatan tekanan mereka, maka Iran juga akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan tepat.

Naderi menegaskan: “Sebagai contoh, keluar dari NPT (Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons – Traktat Nonproliferasi Senjata Nuklir) adalah salah satu langkah tersebut. Oleh karena itu, para pemimpin negara-negara itu harus tahu bahwa permainan yang mereka mulai akan gagal, dan Republik Islam memiliki banyak kartu yang disimpan untuk dirinya sendiri yang akan digunakan.”

Di sisi lain, lembaga pemikir Amerika Stimson Center dalam sebuah laporan menulis bahwa pergeseran ke arah Asia dapat membantu Iran mengurangi tekanan ekonomi dari negara-negara Barat.

Terkait hal ini, Seyed Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, baru-baru ini menanggapi ancaman Eropa untuk mengaktifkan mekanisme pemicu dengan mengatakan: “Eropa tidak memiliki kewenangan untuk berbicara maupun menggunakan bagian mana pun dari JCPOA termasuk snapback, dan terdapat tantangan hukum antara kami dan Eropa.” Ia menambahkan: “Ada berbagai instrumen untuk hal ini dan kami sedang bekerja sama dengan Cina dan Rusia. Jika tidak berhasil, dan pada akhirnya mereka melakukannya, kami memiliki instrumen untuk merespons yang akan diumumkan pada waktunya.”

Sebelumnya, Araghchi setelah pertemuan Istanbul pada Juli, mengatakan kepada Financial Times bahwa troika Eropa tidak memiliki “dasar hukum maupun moral” untuk mengaktifkan mekanisme pemicu. Ia memperingatkan bahwa jika proses itu dijalankan, kekuatan-kekuatan Eropa akan dikeluarkan dari perundingan nuklir di masa depan.

Kamran Ghazanfari, anggota parlemen Iran lainnya, juga menegaskan mengenai respons Iran terhadap implementasi mekanisme pemicu, dengan mengatakan: “Dalam hal ini, Iran harus keluar dari NPT untuk menunjukkan bahwa kami tidak tangan kosong. Pada akhirnya pihak Baratlah yang akan merugi, karena sebelum perang yang dipaksakan oleh rezim Zionis terhadap Iran, mereka masih bisa mengawasi program nuklir kami melalui Badan Energi Atom Internasional. Tetapi jika Iran keluar dari NPT dan menghentikan semua kerja sama dengan badan tersebut, maka situasi program nuklir Iran akan menjadi tidak jelas bagi Barat.”

Eropa dalam beberapa tahun terakhir, dengan memberi suaka kepada kelompok-kelompok teroris dan separatis anti-Iran serta memenjarakan warga negara Iran tanpa alasan hukum, telah menempatkan dirinya pada posisi yang akan memicu respons balasan dari Iran. Para pakar politik percaya bahwa Iran dapat, jika mekanisme pemicu diaktifkan, menghadapi program-program spionase dan terorisme Eropa dengan lebih tegas, sekaligus berusaha mengelola ketegangan agar perhitungan regional kembali ke jalur diplomasi.(PH)