Opini Publik Inggris Menolak Rencana Pengiriman Pasukan ke Ukraina
-
Keir Starmer dan Volodymyr Zelensky
Pars Today - Sementara pemerintah Inggris menekankan partisipasi dalam pasukan multinasional “penjaga perdamaian” di Ukraina, opini publik Inggris, dengan mempertimbangkan krisis internal, enggan terhadap setiap bentuk petualangan militer baru.
Pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer berupaya melalui narasi media untuk membenarkan rencana pengiriman tentara ke Ukraina dalam kerangka pasukan multinasional “penjaga perdamaian” sebagai arsitektur keamanan baru Eropa.
Namun, opini publik Inggris yang berada di bawah tekanan krisis ekonomi dan kelelahan akibat perang-perang sebelumnya tidak menunjukkan minat untuk menerima komitmen baru ini.
Menurut laporan Pars Today, media arus utama dengan menonjolkan konsep seperti “jaminan perdamaian” dan “komitmen internasional” berusaha menggambarkan kehadiran militer di Ukraina sebagai sesuatu yang wajar.
Sebaliknya, media kritis dan analis independen, dengan merujuk pada pengalaman gagal di Irak dan Afghanistan, memperingatkan bahwa Inggris tidak memiliki kapasitas untuk menghadapi konflik baru.
Kesenjangan antara narasi resmi dan kekhawatiran masyarakat semakin dalam ketika krisis biaya hidup, tekanan terhadap anggaran publik, serta masalah kronis militer Inggris diperhitungkan. Survei menunjukkan adanya penurunan signifikan dukungan publik terhadap pengiriman pasukan, dan banyak warga menentang alokasi anggaran untuk misi luar negeri di tengah tekanan ekonomi yang berat.
Pemerintah Starmer terjebak antara komitmen internasional dan tuntutan domestik. Setiap langkah untuk menempatkan pasukan di Ukraina dapat dengan cepat berubah menjadi isu kontroversial dalam arena politik Inggris, dan jika perang berlanjut, hal itu akan menjadi tantangan serius bagi pemerintah.(sl)