Musim Belanja Warga Amerika di Bawah Bayang-Bayang Kenaikan Harga
Bersamaan dengan dimulainya musim belanja menjelang hari libur, warga Amerika menyambut Black Friday dan Cyber Monday dalam kondisi di mana keranjang belanja mereka semakin kecil dan terbatas akibat kebijakan ekonomi Donald Trump.
Tehran, Parstoday- Menurut laporan, meskipun diperkirakan jumlah pembeli dalam lima hari penting antara Hari Thanksgiving hingga Cyber Monday akan meningkat menjadi 186,9 juta orang, namun jumlah pengeluaran konsumen diperkirakan akan lebih terbatas akibat inflasi yang meningkat dan kenaikan harga barang. Data ekonomi menunjukkan harga kebutuhan pokok, mulai dari kalkun dan ayam hingga kentang dan roti, telah naik dibandingkan tahun lalu, dan tarif perdagangan yang diberlakukan Trump semakin memperburuk kondisi tersebut.
Hasil survei menunjukkan 85 persen warga Amerika percaya bahwa biaya bahan makanan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Meskipun Trump mengklaim bahwa perayaan Thanksgiving tahun ini adalah yang paling terjangkau dalam beberapa tahun terakhir, kenyataan di pasar menunjukkan hal sebaliknya. Bahkan paket-paket promo di toko seperti Walmart mengalami pengurangan sejumlah produk.
Para analis ekonomi menegaskan bahwa penurunan biaya secara tampak hanyalah akibat mengecilnya keranjang belanja dan pergeseran preferensi konsumen ke barang-barang yang lebih murah, bukan karena penurunan harga yang nyata.
Diperkirakan pertumbuhan penjualan dalam dua bulan terakhir tahun ini akan lebih lambat dibandingkan tahun lalu, karena warga Amerika harus memprioritaskan pengeluaran demi mengelola biaya hidup yang terus meningkat.(PH)