Perkembangan di Ukraina: Upaya diplomatik AS, tuduhan Putin, dan perselisihan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i182518-perkembangan_di_ukraina_upaya_diplomatik_as_tuduhan_putin_dan_perselisihan_eropa
Pars Today – Ketika pemerintah Amerika Serikat dengan paket usulan kuat dan klaim saham 50 persen dari keuntungan rekonstruksi Ukraina bergerak ke arah negosiasi dengan Rusia, Moskow menyalahkan Barat sebagai pihak yang memulai perang, sementara Eropa dengan langkah menyita aset Rusia justru melemahkan upaya perdamaian Washington.
(last modified 2025-12-18T12:41:50+00:00 )
Des 18, 2025 19:40 Asia/Jakarta
  • Perkembangan di Ukraina: Upaya diplomatik AS, tuduhan Putin, dan perselisihan Eropa

Pars Today – Ketika pemerintah Amerika Serikat dengan paket usulan kuat dan klaim saham 50 persen dari keuntungan rekonstruksi Ukraina bergerak ke arah negosiasi dengan Rusia, Moskow menyalahkan Barat sebagai pihak yang memulai perang, sementara Eropa dengan langkah menyita aset Rusia justru melemahkan upaya perdamaian Washington.

Krisis Ukraina telah memasuki tahap yang sensitif; pemerintah Amerika Serikat dengan cepat bergerak menuju perundingan langsung dengan Rusia, sementara Eropa masih berselisih mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan. Presiden Rusia menyambut baik kemajuan negosiasi dengan Amerika, namun menuduh Barat sebagai pemicu perang. Jerman, pada gilirannya, menampilkan diri sebagai penjamin keamanan masa depan Kyiv. Perkembangan ini semakin memperumit keseimbangan kekuatan dalam perundingan perdamaian.

 

Inisiatif Amerika; Paket Usulan dan Rencana Rekonstruksi

 

Media Axios melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah menyiapkan sebuah paket kuat untuk menyelesaikan krisis Ukraina dan berencana segera menyampaikannya kepada Rusia. Politico juga memberitakan kemungkinan perundingan pada 20–21 Desember di Miami dengan kehadiran Steven Witkoff dan Jared Kushner dari pihak Amerika serta Kirill Dmitriev dari pihak Rusia. Namun, peluang tercapainya kesepakatan yang dapat diterima Kyiv dinilai rendah.

 

Amerika Serikat menginginkan 50 persen keuntungan dari proyek-proyek rekonstruksi Ukraina, yang akan dikelola oleh Witkoff dan Kushner. Menurut Washington Post, Trump meningkatkan tekanan terhadap Eropa agar menggunakan aset Rusia yang dibekukan sebagai sumber pinjaman bagi Ukraina, sebuah langkah yang berpotensi menimbulkan ketegangan besar.

 

Sambutan Rusia terhadap Negosiasi Meski Disertai Tuduhan terhadap Barat

 

Vladimir Putin, Presiden Rusia, dalam pertemuan Kementerian Pertahanan negara itu menuduh Barat memperburuk ketegangan dan berupaya menghancurkan Rusia. Ia menambahkan bahwa jika Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2022, situasi seperti sekarang tidak akan terjadi. Meski demikian, Putin menyambut baik kemajuan negosiasi dengan pemerintahan baru Amerika dan menekankan pentingnya melanjutkan kerja sama.

 

Perpecahan antara Amerika dan Eropa dalam Mewujudkan Perdamaian

 

Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, menyatakan bahwa Uni Eropa dengan menyita aset Rusia telah melemahkan upaya konstruktif Presiden Amerika untuk mewujudkan perdamaian. Peter Szijjártó, Menteri Luar Negeri Hungaria, juga mengkritik “fanatisme militer” Eropa dan menilai Brussel sebagai penghalang bagi negosiasi Rusia–Amerika. China pun menentang penggunaan aset Rusia.

 

Sementara itu, Friedrich Merz, Kanselir Jerman, mengatakan bahwa Berlin harus menjadi penjamin keamanan Ukraina setelah gencatan senjata, namun ia tidak memberikan pernyataan mengenai kemungkinan keterlibatan pasukan Jerman.

Keseluruhan dinamika ini menunjukkan adanya perpecahan antara Amerika dan Eropa dalam pendekatan terhadap perdamaian, sementara Rusia justru menyambut baik inisiatif Presiden Amerika. (MF)