Akankah AS Membuka Jalan Bagi Kembalinya Rusia ke Ekonomi Global?
https://parstoday.ir/id/news/world-i183020-akankah_as_membuka_jalan_bagi_kembalinya_rusia_ke_ekonomi_global
Pars Today - Terlepas dari spekulasi tentang kembalinya Rusia ke ekonomi global, para ahli memperingatkan tentang hambatan politik, sanksi, dan biaya investasi yang tinggi di negara ini.
(last modified 2025-12-27T03:19:06+00:00 )
Des 27, 2025 10:17 Asia/Jakarta
  • Vladimir Putin dan Donald Trump
    Vladimir Putin dan Donald Trump

Pars Today - Terlepas dari spekulasi tentang kembalinya Rusia ke ekonomi global, para ahli memperingatkan tentang hambatan politik, sanksi, dan biaya investasi yang tinggi di negara ini.

Kajian tentang kembalinya Rusia ke arena ekonomi internasional sekali lagi diangkat oleh beberapa utusan yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump.

Steve Witkoff dan Jared Kushner, dua pengusaha miliarder Amerika menganggap Rusia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan peluang bisnis. Dari perspektif mereka, reintegrasi Rusia ke dalam ekonomi global dapat menguntungkan investor Amerika dan menstabilkan hubungan Moskow dengan Ukraina dan Eropa.

Namun, para ahli dan analis geopolitik memperingatkan terhadap pandangan optimis ini. Dalam hal ini, Charles Hacker yang memiliki pengalaman bertahun-tahun bekerja di Rusia mengatakan, "Rusia bukan "Kota Zamrud" atau "El Dorado" (kota emas legendaris)."

Ia percaya bahwa bahkan kesepakatan di Ukraina pun tidak dapat menghilangkan siklus permusuhan dengan Barat, dan perusahaan asing masih akan menghadapi ketidakpastian geopolitik.

Di sisi lain, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam sebuah pertemuan ekonomi bahwa kembalinya perusahaan asing ke Rusia dimungkinkan, tetapi akan datang dengan biaya yang tinggi.

Pandangan ini menunjukkan bahwa bahkan jika sanksi dicabut, investor akan menghadapi hambatan serius untuk kembali memasuki pasar Rusia.

Alexandra Prokopenko, mantan pejabat di Bank Sentral Rusia percaya bahwa gagasan kembalinya perusahaan dalam skala besar ke Rusia adalah "omong kosong" dan bahwa negara ini belum cocok untuk investasi asing.

Jika sanksi dicabut, eksportir yang tidak memerlukan investasi besar mungkin dapat memasok barang mereka ke Rusia lagi. Namun kelompok ini juga menghadapi pesaing yang kuat, Tiongkok, yang sekarang mengendalikan sebagian besar pasar Rusia. Dari mobil hingga ponsel pintar, produk-produk Tiongkok telah menggantikan merek-merek Barat.

Sementara itu, beberapa analis, seperti Pavel Khodorkovsky, memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan investor Amerika mungkin hanya akan bertahan selama Trump berkuasa.

Ia menekankan bahwa investasi besar di Rusia, terutama di Arktik atau wilayah terpencil, membutuhkan biaya awal yang tinggi dan kepercayaan jangka panjang terhadap perilaku Kremlin, yang saat ini belum tersedia.

Alan Bigman, seorang eksekutif energi AS, juga percaya bahwa Rusia harus kembali terintegrasi ke dalam ekonomi global cepat atau lambat. Namun, banyak pakar Rusia memprediksi bahwa Putin akan menggunakan perdagangan dengan Barat untuk memperkuat militernya, seperti yang telah dilakukannya di masa lalu.

Saat ini, meskipun Rusia memiliki sumber daya energi dan mineral langka yang melimpah, situasi geopolitik dan ekonomi di negara ini tetap berisiko dan mahal.

Pada akhirnya, pertanyaan utama tetap: dapatkah Amerika Serikat membawa Rusia kembali ke ekonomi global?

Jawaban atas pertanyaan ini bergantung pada berakhirnya perang di Ukraina, kebijakan Kremlin, dan kepercayaan investor asing, faktor-faktor yang saat ini lebih merupakan hipotesis dan harapan daripada kenyataan.(sl)