Bantuan 9 Miliar Dolar Rusia untuk Penyelesaian PLTN Turki
Rusia mengalokasikan tambahan anggaran sebesar 9 miliar dolar AS untuk menyelesaikan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama Turki.
Alp Arslan Bayraktar, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki, menjelaskan bahwa dana tambahan senilai 9 miliar dolar tersebut akan digunakan pada tahun 2026 dan 2027 guna menjaga momentum pembangunan proyek PLTN Akkuyu. Menurut laporan Pars Today, proyek ini berada di bawah pengelolaan perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, dan telah dimulai sejak tahun 2018. Meskipun Rosatom tetap memegang kendali proyek serta memiliki hak untuk mengalihkan hingga 49 persen sahamnya, hingga kini belum ditemukan investor yang bersedia berpartisipasi.
Proyek PLTN Akkuyu, yang semula direncanakan mengoperasikan reaktor pertamanya pada 2023, telah beberapa kali mengalami revisi jadwal. Namun, para pejabat Turki optimistis bahwa dengan masuknya investasi terbaru dari Rusia ini, target penyelesaian proyek pada tahun 2026 dapat tercapai.
Peningkatan Ekspor Gas Rusia ke Afghanistan dan Asia Tengah
Di sisi lain, Rusia juga meningkatkan ekspor gasnya ke Afghanistan dan negara-negara Asia Tengah. Sepanjang tahun 2025, volume ekspor gas minyak cair (LPG) Rusia ke Afghanistan dan kawasan Asia Tengah hampir dua kali lipat, melampaui satu juta ton.
Setelah Uni Eropa membatasi impor LPG Rusia pada 2024, Moskow mengalihkan pengiriman energinya ke pasar-pasar alternatif. Ekspor gas Rusia ke Afghanistan, Kazakhstan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Kirgizstan mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen.
Pasokan LPG Rusia ke Afghanistan, termasuk melalui perusahaan KazRosGas—proyek patungan Rusia dan Kazakhstan—meningkat satu setengah kali lipat dalam sebelas bulan pertama tahun ini dan mencapai sekitar 418 ribu ton.(PH)