Caracas Melawan Tekanan Washington: Nasib Venezuela Berada di Tangan Rakyat
https://parstoday.ir/id/news/world-i183836-caracas_melawan_tekanan_washington_nasib_venezuela_berada_di_tangan_rakyat
Presiden sementara Venezuela menolak tegas tuduhan campur tangan Presiden Amerika Serikat, dan menegaskan bahwa tidak ada kekuatan asing yang berhak memutuskan tentang sumber daya dan masa depan Venezuela.
(last modified 2026-01-08T06:43:04+00:00 )
Jan 08, 2026 13:39 Asia/Jakarta
  • Caracas Melawan Tekanan Washington: Nasib Venezuela Berada di Tangan Rakyat

Presiden sementara Venezuela menolak tegas tuduhan campur tangan Presiden Amerika Serikat, dan menegaskan bahwa tidak ada kekuatan asing yang berhak memutuskan tentang sumber daya dan masa depan Venezuela.

Menanggapi pernyataan kontroversial Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, tentang pengambilalihan sumber minyak Venezuela, pejabat Caracas sekali lagi menegaskan kemerdekaan politik dan ekonomi negara itu.

Presiden AS mengklaim bahwa sebuah lembaga yang disebut pemerintahan sementara di Venezuela bermaksud menyerahkan puluhan juta barel minyak kepada Amerika Serikat dan bahwa pendapatannya akan dibelanjakan di bawah pengawasan langsung Gedung Putih; klaim yang memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela.

Menurut Pars Today, Delcy Rodríguez, Presiden sementara Venezuela, menilai pernyataan Presiden AS sebagai upaya terang‑terangan untuk mendiskreditkan legitimasi pemerintahan sah Caracas dan menerapkan tekanan politik. Rodríguez, dengan menolak segala bentuk pemerintahan oleh aktor asing atas negaranya, mengatakan bahwa Venezuela dikelola oleh pemerintahan yang lahir dari kehendak rakyat dan tidak akan dikuasai oleh kekuatan asing manapun.

Presiden sementara Venezuela juga, dengan merujuk pada tekanan dan ancaman politik dari Washington, menegaskan bahwa masa depan Venezuela hanya bergantung pada keputusan bangsa ini dan bahwa upaya untuk menguasai jalur‑jalur ekonomi, terutama sumber daya energi, tidak akan membuahkan hasil.

Pejabat tinggi Venezuela ini menyampaikan sikap tersebut dalam kondisi di mana Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir, melalui sanksi ekonomi luas dan dukungan terhadap kelompok‑kelompok oposisi, berusaha mengubah arah perkembangan politik di Caracas; kebijakan yang selalu menghadapi perlawanan dari pemerintah dan angkatan bersenjata Venezuela dan telah memperburuk ketegangan antara kedua negara.(PH)