Pakar Militer Lebanon: Perang AS dengan Iran Berujung Kemenangan Tehran
https://parstoday.ir/id/news/world-i185182-pakar_militer_lebanon_perang_as_dengan_iran_berujung_kemenangan_tehran
Pars Today - Seorang pakar militer Lebanon mengatakan, "Pentagon memahami dengan baik risiko terlibat dalam konflik dengan Iran, termasuk kerugian militer dan konsekuensi strategis di kawasan ini."
(last modified 2026-02-08T09:41:44+00:00 )
Feb 08, 2026 16:40 Asia/Jakarta
  • Kekuatan rudal Iran
    Kekuatan rudal Iran

Pars Today - Seorang pakar militer Lebanon mengatakan, "Pentagon memahami dengan baik risiko terlibat dalam konflik dengan Iran, termasuk kerugian militer dan konsekuensi strategis di kawasan ini."

Pakar militer Lebanon, Akram Seriwi, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Al-Maaloomah bahwa konflik militer apa pun antara Tehran dan Washington akan berujung pada kemenangan Iran dan bahwa Departemen Perang AS telah memperingatkan Donald Trump tentang konsekuensi perang ini sebelumnya.

Menurut laporan IRNA, Akram Seriwi menambahkan, “Perang langsung apa pun antara AS dan Iran akan berujung pada kemenangan Iran dan bahwa lembaga-lembaga pengambil keputusan militer di AS, terutama Departemen Perang, telah memperingatkan Trump tentang kemungkinan konsekuensi perang skala besar dengan Iran.”

“Pentagon memahami dengan baik risiko terlibat dalam konflik dengan Iran, termasuk kerugian militer dan konsekuensi strategis di kawasan tersebut, dan inilah yang menyebabkan mereka memperingatkan Trump tentang opsi ini,” ujarnya.

“Laporan militer menunjukkan bahwa jika terjadi perang, Iran mampu menargetkan dan bahkan menenggelamkan kapal induk Abraham Lincoln, karena Tehran dilengkapi dengan persenjataan rudal yang besar dan beragam serta kemampuan untuk melakukan operasi ekstensif,” imbuhnya.

Pakar militer Lebanon ini menekankan, “Kapal induk Abraham Lincoln memiliki cadangan terbatas, kurang dari 200 rudal, sementara Iran memiliki kemampuan untuk meluncurkan ratusan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serang secara bersamaan, sehingga kapal itu tidak akan mampu menahan serangan semacam itu.”

Merujuk pada doktrin militer Iran, ia menambahkan, “Strategi Iran tidak didasarkan pada konflik klasik langsung, tetapi lebih berfokus pada pelemahan musuh dan menargetkan kelemahan vitalnya, terutama aset angkatan laut besar yang memiliki nilai strategis bagi Amerika Serikat.”

Serowo mengakhiri dengan menunjukkan, “Setiap petualangan militer AS terhadap Iran tidak akan tanpa biaya dan dapat menjadi awal dari transformasi strategis yang berbahaya dalam persamaan kekuatan regional. Sesuatu yang coba dihindari Amerika, terlepas dari ketegangan politik dan media.”(sl)