Potensi Sanksi terhadap Israel oleh Uni Eropa semakin Besar
-
Uni Eropa
Pars Today – Sebuah media Amerika, dengan merujuk pada berakhirnya masa jabatan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán, menilai bahwa kemungkinan Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap rezim Zionis semakin besar.
Menurut laporan kantor berita Mehr, majalah Amerika Politico, yang mengutip beberapa diplomat dan pejabat Eropa, melaporkan bahwa setelah Viktor Orbán mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Hungaria, Tel Aviv berpotensi menghadapi risiko sanksi dari Uni Eropa.
Orbán, yang dianggap sebagai sekutu setia rezim Zionis di Uni Eropa, telah selama 16 tahun berperan sebagai penjaga kepentingan Tel Aviv di dalam aliansi tersebut dan menghalangi pengesapan setiap tindakan hukuman terhadap rezim tersebut.
Péter Magyar, Perdana Menteri baru Hungaria, memiliki pendekatan anti-Zionis. Ia menyatakan, “Secara hukum, kami berkewajiban untuk melaksanakan putusan pengadilan (Mahkamah Pidana Internasional), dan saya yakin ia (Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis) mengetahuinya.”
Perlu dicatat bahwa Perdana Menteri rezim Zionis sedang dikejar oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida di Gaza, sehingga ia wajib ditahan begitu memasuki wilayah negara-negara anggota lembaga internasional tersebut. (MF)