Kepercayaan Global terhadap Kapasitas Ilmiah Iran Berlanjut
-
Konferensi Umum UNESCO di Samarand 2025.
Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) secara resmi menyetujui perpanjangan perjanjian kegiatan Kursi UNESCO dalam Daur Ulang Air di Universitas Tehran hingga tahun 2030.
Parstoday – Seperti dilansir IRNA, UNESCO menyetujui perpanjangan kegiatan dua kursi keahlian di Iran dalam bidang “daur ulang air” dan “bahaya geologi pesisir”. Keputusan ini diambil setelah evaluasi terhadap kinerja, capaian, dan program masa depan kedua kursi tersebut, dan mencerminkan penilaian positif UNESCO terhadap aktivitas ilmiah dan penelitian yang mereka lakukan.
Menurut pengumuman Komisi Nasional UNESCO Iran, Kursi UNESCO dalam bidang Daur Ulang Air, yang dipimpin oleh Mohammad Hossein Sarrafzadeh, anggota staf pengajar Fakultas Teknik Kimia Universitas Tehran, diperpanjang untuk satu periode baru.
Selama beberapa tahun terakhir, kursi ini telah berperan efektif dalam pengembangan ilmu dan teknologi terkait pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan serta promosi solusi inovatif daur ulang air melalui pelaksanaan penelitian terapan, proyek riset bersama, penyelenggaraan pertemuan ilmiah, dan pengembangan kerja sama internasional.
Selain itu, UNESCO juga menyetujui perpanjangan kegiatan Kursi UNESCO dalam Bahaya Geologi Pesisir, yang dipimpin oleh Hamid Nazari di Pusat Penelitian Ilmu Kebumian. Berdasarkan keputusan UNESCO, kegiatan kursi ini akan berlanjut untuk periode baru hingga 31 Desember 2029 (10 Dey 1408 HS).
Dalam beberapa tahun terakhir, kursi ini telah memainkan peran penting dalam pengenalan, evaluasi, dan pengelolaan bahaya geologi di wilayah pesisir dan kawasan laut melalui pelaksanaan proyek penelitian, penyelenggaraan seminar dan lokakarya khusus, serta perluasan kerja sama ilmiah.
Perpanjangan kegiatan kedua kursi ini menunjukkan kepercayaan UNESCO terhadap kapasitas ilmiah Iran dan menjadi pengakuan atas peran efektif para peneliti Iran dalam pengembangan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan serta pengurangan risiko bencana alam, khususnya di wilayah pesisir. (RA)