Proyek Mewah Menantu Trump Memicu Gelombang Protes "Revolusi Flamingo" di Albania
-
Aksi protes di Albania
Pars Today - Seiring dengan desakan pemerintah Albania untuk menyelesaikan proyek kawasan wisata milik menantu Donald Trump, aksi protes di negara tersebut semakin memuncak.
Melansir IRNA, 11 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa ribuan orang turun ke jalan-jalan di ibu kota Tirana dalam demonstrasi terbesar menentang pembangunan kawasan wisata meks menantu Trump. Para pengunjuk rasa dengan membawa spanduk bertuliskan "Albania Tidak Dijual" menuntut penghentian proyek rekreasi tersebut.
Proyek konstruksi yang dikerjakan oleh menantu Trump, yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar 5 miliar euro, telah memicu kemarahan rakyat Albania karena lokasinya yang berada di dekat kawasan laguna yang dilindungi dan juga karena kurangnya transparansi.
Meskipun aksi protes terhadap proyek konstruksi ini sudah berlangsung lebih dari 10 hari, Perdana Menteri Albania menyatakan bahwa proyek ini akan terus dilanjutkan.
Protes ini, yang oleh para demonstran disebut sebagai "Revolusi Flamingo", tidak hanya disebabkan oleh lokasi proyek di kawasan lindung, tetapi juga karena kurangnya transparansi dan dugaan korupsi.
Berikut kronologi dan poin penting terkait proyek ini:
Nama Proyek & Lokasi: Resor mewah di Laguna Vjosa-Narta (kawasan lindung) dan Pulau Sazan (bekas pangkalan militer komunis).
Pengembang: Perusahaan terafiliasi dengan Jared Kushner (menantu Presiden AS), Ivanka Trump (anak perempuan), serta investor asal Qatar.
Nilai Investasi: Sekitar €5 miliar.
Penyebab Protes:
1. Lokasi di kawasan lindung tempat tinggal flamingo, anjing laut, dan penyu.
2. Proses yang tidak transparan dan investigasi SPAK (Korupsi).
3. Pembangunan sudah dimulai meski Amdal belum final.
Tanggapan Pemerintah: Perdana Menteri Edi Rama berkeras melanjutkan proyek. Ia menyebut protes sebagai "perang hibrida" dan menuduh Iran melakukan kampanye siber di balik protes tersebut.
Keterlibatan Uni Eropa: UE meminta Albania menghentikan proyek karena melanggar hukum lingkungan yang merupakan syarat aksesi Albania ke Uni Eropa.
Proyek ini menjadi kontroversial karena pembangunan dianggap mengancam keanekaragaman hayati di laguna yang merupakan rumah bagi lebih dari 200 spesies burung, termasuk flamingo. Meskipun Menteri Lingkungan Albania mengklaim konstruksi telah dihentikan dan Amdal sedang disusun, Perdana Menteri Edi Rama bersikeras proyek akan terus berjalan dan bahkan memperkirakan beberapa bagian resor dapat dibuka untuk umum sebelum akhir dekade ini.(Sail)