Peringatan dari Kapten Selandia Baru: "Iran Bukan Tim Biasa"
-
Chris Wood, penyerang tim nasional Selandia Baru
Pars Today - Penyerang tim nasional Selandia Baru mengatakan, "Kami tahu Iran dengan baik dan memiliki banyak informasi tentang tim ini."
Melansir IRNA, 15 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Chris Wood, penyerang tim nasional Selandia Baru, dalam konferensi pers dini hari Senin (15/6) sebelum pertandingan melawan Iran, menyatakan:
"Kembali ke Piala Dunia adalah pengalaman yang menyenangkan, dan kami sangat bersemangat menghadapi tantangan yang ada. Selama Anda belum bermain di turnamen sebesar ini, Anda tidak akan bisa merasakan sensasinya. Kami harus bisa mengelola atmosfer ini dan menunjukkan kemampuan kami di lapangan."
Ia menambahkan, "Sebagian besar pertandingan di kompetisi ini sejauh ini berlangsung ketat dan hampir semua tim memiliki peluang untuk menang. Hal ini memberi kami kepercayaan diri bahwa kami bisa tampil baik dan berusaha meraih kemenangan."
Penyerang andalan tim nasional Selandia Baru ini mengatakan, "Semua fokus kami adalah pada sepak bola. Begitu Anda masuk ke lapangan, tidak ada hal lain yang penting. Kami tahu Iran dengan baik dan memiliki banyak informasi tentang tim ini. Kami telah melihat pertandingan-pertandingan mereka sebelumnya dan kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat."
Wood menyatakan, "Iran tampil sangat baik di kompetisi ini dan memuncaki grup mereka. Tidak ada alasan mengapa dalam beberapa tahun terakhir mereka berada di antara 20 tim teratas dunia atau setidaknya mendekati posisi itu. Kami akan berusaha memanfaatkan kelemahan mereka dan tampil bagus melawan Iran."
Pernyataan Wood ini menarik karena mencerminkan sikap hormat sekaligus kehati-hatian. Ia tidak meremehkan Iran, justru mengakui posisi Tim Melli yang saat ini menempati peringkat 20 dunia versi FIFA.
Analisis The Week menyoroti bahwa Iran datang ke Piala Dunia 2026 dengan status tim peringkat ke-20 dunia, yang membuat mereka menjadi tim dengan peringkat tertinggi di antara sembilan perwakilan Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun ada keganjilan: liga domestik Iran sempat dihentikan karena perang, sehingga persiapan tim ini menjadi tanda tanya besar. Wood dan rekan-rekannya berencana memanfaatkan potensi "kurangnya ketajaman kompetitif" Iran.(Sail)