Bazeley Akui "Sengatan" Iran: "Kami Harus Belajar dari Kebangkitan Iran"
-
Darren Bazeley, pelatih tim nasional sepak bola Selandia Baru
Pars Today - Pelatih tim nasional sepak bola Selandia Baru mengatakan, "Kami harus belajar dari pertandingan melawan Iran dan bermain dengan lebih fokus di sisa turnamen."
Melansir IRNA, dini hari Selasa, 16 Juni 2026, Darren Bazeley dalam konferensi pers usai pertandingan melawan Iran yang berakhir imbang 2-2, menyatakan, "Selandia Baru memimpin dua kali dalam pertandingan ini, tetapi setiap kali tim nasional Iran mampu bangkit dan menyamakan kedudukan."
Ia menambahkan, "Saya bangga pada para pemain saya. Kami menciptakan banyak peluang. Saya pikir kami sangat baik dalam penguasaan bola dan bertahan dengan baik di sebagian besar waktu pertandingan."
Pelatih tim nasional Selandia Baru menyatakan, "Para pemain kecewa karena kami memimpin dua kali dalam pertandingan. Hasil ini agak mengganggu karena malam ini kami memiliki kesempatan untuk membuat sejarah."
Bazeley menegaskan, "Sebelum pertandingan, saya memberi tahu para pemain bahwa salah satu dari kalian akan memiliki momen yang akan bertahan selamanya."
Ia menegaskan, "Kami harus belajar dari pertandingan melawan Iran dan bermain dengan lebih fokus di sisa turnamen."
Pelatih tim nasional Selandia Baru menekankan, "Kami harus lebih konsisten selama 90 menit dan mengelola momen-momen pertahanan dengan lebih baik. Kami bisa bersaing dengan tim mana pun di grup ini. Mulai sekarang, kami memikirkan dua pertandingan berikutnya di Piala Dunia."
Bazeley tampak realistis dan sedikit terkejut dengan ketahanan Iran. Ucapannya bahwa "kami memiliki kesempatan untuk membuat sejarah" adalah pengakuan bahwa Selandia Baru yang lolos otomatis ke Piala Dunia tanpa harus melalui play-off, telah merencanakan kemenangan bersejarah atas tim sekelas Iran. Namun, dua kali kebangkitan Iran membuat rencana itu kandas.
Ini adalah pengakuan yang jujur: Selandia Baru bukanlah tim yang kuat secara konsisten. Meskipun mereka memiliki momen-momen cemerlang (memimpin 2-1 di menit 51), mereka belum cukup matang untuk mempertahankan keunggulan melawan tim sekeras Iran. Hal ini tercermin dalam statistik penguasaan bola (56% vs 44%) dan jumlah tembakan yang tidak jauh berbeda. Namun, perbedaan kualitas individu, terutama dari Ramin Rezaeian dan Mehdi Taremi, membuat Iran mampu memanfaatkan peluang yang ada.(Sail)