PBB: Kami Menyambut Kesepakatan Iran-AS dan Kembalinya Diplomasi
https://parstoday.ir/id/news/world-i191688-pbb_kami_menyambut_kesepakatan_iran_as_dan_kembalinya_diplomasi
Pars Today - Stéphane Dujarric, Juru Bicara PBB, menyatakan bahwa kami menyambut baik kesepakatan antara Iran dan AS serta kembalinya diplomasi.
(last modified 2026-06-18T04:28:01+00:00 )
Jun 18, 2026 11:25 Asia/Jakarta
  • Stéphane Dujarric
    Stéphane Dujarric

Pars Today - Stéphane Dujarric, Juru Bicara PBB, menyatakan bahwa kami menyambut baik kesepakatan antara Iran dan AS serta kembalinya diplomasi.

Menurut laporan koresponden IRNA, Juru Bicara PBB pada Rabu (17/6) malam waktu setempat dalam konferensi pers menambahkan: "Kami menyambut baik kesepakatan yang akan menghasilkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan kembalinya kami ke diplomasi."

 

Ia mengatakan: "Sekretaris Jenderal PBB telah berulang kali berbicara tentang hak asasi manusia di Republik Islam Iran, baik secara publik maupun pribadi, dan akan terus melakukannya."

 

Dujarric, dalam menjawab pertanyaan apakah kesepakatan ini menempatkan masyarakat internasional pada posisi yang lebih kuat mengenai non-proliferasi nuklir dan senjata pemusnah massal dibandingkan sebelum dimulainya konflik, menambahkan: "Saya pikir kita semua harus membaca apa yang sebenarnya telah disepakati."

 

Ia mengatakan: "Republik Islam Iran dan negara-negara lain memiliki komitmen terhadap IAEA, dan kami terus meminta semua pihak untuk mematuhi komitmen tersebut dan melanjutkan upaya untuk mencapai non-proliferasi senjata nuklir."

 

Dujarric, dalam menjawab pertanyaan seberapa besar kekhawatiran Sekretaris Jenderal PBB bahwa apa yang terjadi di Lebanon dapat menggagalkan kesepakatan Iran-AS, menambahkan: "Kami selalu menginginkan agar kedaulatan Lebanon dihormati." "Kami selalu menginginkan agar pemerintah Lebanon dapat menjalankan kedaulatan dan otoritasnya di seluruh wilayah negaranya, dan ketenangan di sepanjang Garis Biru, baik di utara maupun di selatannya, dapat kembali."

 

Ia menegaskan: "Semua pihak yang terlibat dalam konflik ini juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada tindakan yang diambil yang dapat menggagalkan apa yang tampaknya merupakan kesepakatan untuk mengakhiri konflik ini, memulai negosiasi serius, dan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran bebas."

 

Menurut laporan IRNA, Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, yang telah berperan sebagai salah satu mediator utama selama perang antara AS dan Iran, pada Senin dini hari mengumumkan kesepakatan Teheran dan Washington dan menyatakan bahwa upacara resmi penandatanganan kesepakatan akan diadakan pada hari Jumat di Swiss.

 

Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi juga, dengan mengeluarkan pernyataan tentang kesepakatan pengakhiran perang antara Iran dan AS, menegaskan bahwa berdasarkan kesepakatan yang dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, telah berakhir secara langsung dan permanen, dan sebagai tambahan, blokade laut terhadap Iran segera dan sepenuhnya dicabut. (MF)