Era Baru Sains AS; Dukungan Berkurang, Kontrol Pemerintah Meningkat
https://parstoday.ir/id/news/world-i193714-era_baru_sains_as_dukungan_berkurang_kontrol_pemerintah_meningkat
Pars Today - Pemerintahan Donald Trump, dengan merilis sebuah dokumen baru, telah mengumumkan rencana untuk merancang ulang sistem dukungan untuk sains dan penelitian di Amerika. Program ini, jika diimplementasikan, dapat menjadi perubahan terbesar dalam kebijakan sains AS sejak berakhirnya Perang Dunia II.
(last modified 2026-07-25T05:03:51+00:00 )
Jul 25, 2026 11:57 Asia/Jakarta
  • Gedung Putih
    Gedung Putih

Pars Today - Pemerintahan Donald Trump, dengan merilis sebuah dokumen baru, telah mengumumkan rencana untuk merancang ulang sistem dukungan untuk sains dan penelitian di Amerika. Program ini, jika diimplementasikan, dapat menjadi perubahan terbesar dalam kebijakan sains AS sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Sebagaimana dilaporkan ISNA, Sabtu, 25 Juli 2026, Gedung Putih, dalam sebuah laporan setebal 90 halaman berjudul "Zaman Keemasan Sains", dengan dalih bahwa kecepatan penemuan dan kemajuan ilmiah AS dalam beberapa dekade terakhir telah menurun secara signifikan, menuntut perubahan mendasar dalam cara pemerintah mendukung dan membiayai sains dan penelitian. Dalam laporan ini ditekankan bahwa perubahan-perubahan ini diperlukan untuk sistem yang telah mengalami stagnasi dan kekakuan.

Berdasarkan laporan ini, pemerintah AS berencana untuk mengurangi ketergantungan pada universitas-universitas besar dan mapan, mengalokasikan sumber daya keuangan ke proyek-proyek besar dan berbasis misi, bukan ke penelitian berdasarkan ide-ide individual para peneliti, dan memfokuskan investasi pada teknologi-teknologi strategis seperti kecerdasan buatan, ilmu informasi kuantum, fusi nuklir, semikonduktor, robotika, dan teknologi antariksa.

Dokumen ini juga mengusulkan agar peran sistem tradisional "penelaahan sejawat" (peer review) dalam seleksi proposal penelitian dikurangi, dan metode-metode baru untuk mengidentifikasi ide-ide inovatif digunakan.

Michael Kratsios, Penasihat Ilmiah Donald Trump dan Kepala Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, menulis, "Kami telah menjadi tergantung pada sekelompok kecil institusi mapan, dan struktur insentif yang ada lebih memberikan penghargaan pada konformitas dan kepatuhan terhadap arus utama daripada mendukung penelitian yang berani."

Menurutnya, pendanaan penelitian harus "mengutamakan ilmuwan di atas universitas dan institusi mapan", karena sebagian besar sistem penelitian AS "lebih berfungsi untuk mempertahankan diri daripada untuk melayani para ilmuwan".

Laporan ini pada dasarnya adalah peninjauan ulang terhadap laporan bersejarah "Endless Frontier", sebuah dokumen yang disusun pada tahun 1945 oleh Vannevar Bush, penasihat ilmiah Franklin Roosevelt, yang meletakkan fondasi sistem modern dukungan pemerintah AS untuk penelitian fundamental di universitas-universitas. Namun, dokumen baru ini menantang salah satu prinsip terpenting dari laporan tersebut, yaitu peran sentral universitas dalam sistem penelitian AS.

Bersamaan dengan rilis laporan ini, sebuah memorandum setebal 20 halaman tentang prioritas-prioritas penelitian pemerintah juga diterbitkan, yang mengarahkan anggaran-anggaran masa depan Gedung Putih. Kratsios juga, dalam pertemuan Komite Sains Dewan Perwakilan Rakyat AS, membela pendekatan ini, dan Partai Republik sepenuhnya mendukungnya.

Brian Babin, Ketua Komite Sains Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik, mengatakan, "Selama bertahun-tahun, keberhasilan diukur bukan dari hasil nyata, tetapi dari jumlah anggaran yang dialokasikan. Pemerintahan Trump kini mengembalikan sistem penelitian federal ke jalur kualitas, akuntabilitas, dan pencapaian nyata."

Sebaliknya, para Demokrat menggambarkan dokumen ini sebagai ancaman bagi masa depan sains Amerika. Mereka percaya bahwa pengurangan dukungan untuk universitas-universitas dan ilmu-ilmu dasar, serta pengarahan anggaran ke arah komersialisasi teknologi-teknologi tertentu, akan menyebabkan melemahnya institusi-institusi ilmiah. Mereka juga memperingatkan bahwa kebijakan-kebijakan ini akan memperburuk kerusakan yang telah dilakukan pemerintahan Trump selama 18 bulan terakhir terhadap penelitian, termasuk pembatalan bantuan biaya penelitian, pemecatan para ilmuwan, pencampuran pertimbangan politik dalam keputusan pemberian hibah penelitian, dan usulan pengurangan drastis anggaran lembaga-lembaga penelitian.

Zoe Lofgren, anggota Demokrat paling senior di Komite Sains Dewan Perwakilan Rakyat, dengan mengkritik kebijakan-kebijakan ini, mengatakan, "Judul program ini adalah 'Awal Zaman Keemasan Sains', tetapi pemerintah dalam praktiknya secara sistematis melemahkan sains Amerika."

Sejumlah ilmuwan juga memperingatkan tentang pendekatan ini. Keivan Stassun, astrofisikawan di Universitas Vanderbilt dan mantan anggota dewan pengawas National Science Foundation (NSF) AS, yang Donald Trump pecat semua 22 anggotanya pada musim semi ini, percaya bahwa meskipun tampilan laporan ini mempromosikan dukungan untuk penelitian eksploratif, dalam praktiknya ia mengurangi investasi dalam penelitian fundamental, sistem penelaahan ilmiah, dan tenaga kerja penelitian; sementara kemajuan teknologi tidak mungkin terjadi tanpa infrastruktur ini.

Neal Lane, mantan Kepala NSF dan Penasihat Ilmiah Bill Clinton, juga menggambarkan laporan ini sebagai "mengecewakan" dan memperingatkan bahwa laporan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengurangan lebih lanjut anggaran dan tenaga kerja lembaga-lembaga penelitian federal, serta pembatasan wewenang mereka.

Usulan lain dalam dokumen ini adalah penerapan mekanisme yang disebut "Regranting" (penyaluran kembali hibah), yang memungkinkan penerima bantuan penelitian untuk mengalokasikan sebagian anggaran mereka kepada peneliti atau organisasi yang lebih kecil dengan ide-ide inovatif. Para pendukung menganggap rencana ini sebagai cara untuk meningkatkan inovasi, sementara para penentangnya melihatnya sebagai landasan bagi alokasi anggaran berdasarkan pertimbangan politik.

Para pakar percaya bahwa jika proposal-proposal ini diimplementasikan sepenuhnya, sistem pendanaan penelitian di AS akan menghadapi transformasi mendalam. Perubahan ini dapat mempengaruhi posisi universitas-universitas, cara alokasi anggaran penelitian, dan bahkan jalur masa depan sains dan teknologi di negara ini.(Sail)