Macron Akui Prancis Hadapi Kebakaran yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Presiden Prancis menyatakan bahwa negaranya menghadapi kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kondisi yang sangat sulit.
Menurut Pars Today yang mengutip IRNA, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin memperingatkan bahwa Prancis menghadapi kebakaran hutan yang “belum pernah terjadi sebelumnya” dan pekan-pekan mendatang akan menjadi masa yang sulit. Ia mengatakan bahwa Prancis harus bertahan dan mengerahkan seluruh upaya untuk menghadapi kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Macron mengatakan: “Saya tahu kehidupan sulit, ada kecemasan, hasil pertanian telah musnah dan bahan bakar mahal. Saya tahu bahwa beberapa hari terakhir ini sangat sulit.”
Ia menambahkan bahwa Prancis pada akhirnya harus melakukan pemulihan hutan dengan cara yang berbeda sebagai respons terhadap kebakaran hutan yang semakin merusak.
Kebakaran hutan yang terjadi pada Rabu lalu di dekat Saumos, wilayah Gironde, telah membakar sekitar 42 ribu hektare lahan dan memaksa hampir 220 ribu orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Berdasarkan laporan, secara keseluruhan 84 petugas pemadam kebakaran terluka saat berupaya memadamkan kebakaran di Prancis.
Sementara sebagian besar wilayah Eropa Selatan menghadapi gelombang panas baru yang ekstrem dan belum pernah terjadi sebelumnya, Prancis mencatat lebih dari 5.700 kematian tambahan akibat gelombang panas pada bulan Juni (bulan sebelumnya dalam kalender Masehi).
Badan Kesehatan Nasional Prancis mengumumkan pekan lalu bahwa sejak 17 Juni hingga 2 Juli (27 Khordad hingga 11 Tir), tercatat 5.764 kasus kematian lebih tinggi dari angka normal. Di antara korban tersebut, kematian pada kelompok usia 75 tahun ke atas terlihat lebih menonjol dibandingkan kelompok usia lainnya.