Kallas Peringatkan Dampak Ekonomi Buruk Penutupan Selat Bab Al-Mandab
-
Kaja Kallas, Pejabat Politik Luar Negeri Uni Eropa
Pars Today - Pejabat Politik Luar Negeri Uni Eropa memperingatkan tentang konsekuensi buruk penguasaan angkatan bersenjata Yaman atas pesisir negara mereka dan kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandab bagi ekonomi global.
Melansir ISNA, Kamis, 17 September 2026, Kaja Kallas, Pejabat Politik Luar Negeri Uni Eropa, dalam posisi intervensionisnya menuntut penguatan Operasi Aspides, operasi pertahanan maritim Uni Eropa untuk melindungi pelayaran di Laut Merah.
Melansir Al Jazeera, ia menambahkan, "Apa yang sekarang kita saksikan di Yaman dan di tempat lain hanyalah sebagian dari siklus ketidakstabilan yang telah lama mencengkeram kawasan ini."
Ia mencatat bahwa Uni Eropa secara konsisten menyampaikan pesan-pesan kepada pihak-pihak yang berkonflik dan menuntut pengekangan diri, perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil, serta penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk kebebasan pelayaran di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab.
Ia melanjutkan, "Uni Eropa bekerja sama dengan mitra internasional untuk mengurangi dampak perkembangan ini. Operasi maritim Uni Eropa, Operasi Aspides, masih mengawal kapal-kapal di Laut Merah dan kami akan memperkuat koordinasi kami dengan koalisi maritim multinasional yang baru-baru ini diluncurkan oleh Arab Saudi."
Uni Eropa meluncurkan Operasi Aspides pada Februari 2024 sebagai operasi yang disebut defensif sebagai respons terhadap serangan Ansarullah Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Sementara itu, Yaman pada saat itu mengumumkan bahwa mereka hanya menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel.
"Kaja Kallas, Pejabat Politik Luar Negeri Uni Eropa, memperingatkan konsekuensi ekonomi buruk dari penguasaan angkatan bersenjata Yaman atas pesisir dan kemungkinan penutupan Selat Bab al-Mandab bagi ekonomi global. Ia menuntut penguatan Operasi Aspides, operasi pertahanan maritim UE untuk melindungi pelayaran di Laut Merah."(Sail)