Harga Bahan Bakar di Jerman, Prancis, dan Turki Melonjak
Kenaikan tajam harga bahan bakar di Jerman semakin membebani para pengemudi di negara tersebut dan mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan berbagai solusi guna mengurangi biaya.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Tasnim, stasiun pengisian bahan bakar di Jerman hanya diperbolehkan menaikkan harga bahan bakar sekali sehari, yakni pada pukul 12 siang. Di Berlin, pada pagi hari 15 September, harga setiap liter bensin E10 sekitar 2,25 euro dan diesel sekitar 2,37 euro. Pada siang hari yang sama, harga naik sekitar 0,20 euro per liter.
Friedrich Merz, Kanselir Jerman, dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perdagangan Luar Negeri Jerman di Berlin mengatakan bahwa banyak orang yang membutuhkan mobil mereka setiap hari telah mencapai batas kemampuan mereka untuk menanggung kondisi ini dan harus ada tindakan untuk mengatasi situasi tersebut.
Namun, Jerman memberlakukan pajak dan pungutan yang lebih tinggi terhadap bahan bakar. Klub otomotif ADAC juga menyatakan bahwa meskipun harga minyak lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya, harga bensin E10 telah mencapai tingkat tertinggi.
Kenaikan Harga Bahan Bakar di Turki
Kenaikan harga bahan bakar dan ketegangan regional juga membuat harga diesel di Turki mendekati rekor historis sebesar dua dolar.
Pada Kamis, bersamaan dengan terbatasnya pasokan bahan bakar akibat perang di Asia Barat dan serangan Ukraina yang menargetkan kilang-kilang minyak Rusia, harga diesel di Turki mencapai rekor tertinggi, yakni sedikit di bawah 2 dolar per liter.
Dengan demikian, setelah kenaikan harga sebesar 6,5 lira, harga diesel di Istanbul mencapai lebih dari 95 lira (1,87 dolar) per liter. Harga tersebut meningkat menjadi 96,75 lira di Ankara dan 97,02 lira di Izmir. Data masa lalu menunjukkan bahwa harga diesel pada September 2025 (Shahrivar–Mehr 1404 kalender Iran) sekitar 54,40 lira, yang menunjukkan kenaikan sebesar 76 persen dalam satu tahun.
Kenaikan Harga Bahan Bakar yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Prancis dan Meningkatnya Ketidakpuasan Warga Prancis
Berdasarkan laporan media Prancis, harga bensin telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah negara tersebut, sementara harga diesel juga mendekati rekor baru dan kenaikan harga telah menyebabkan meningkatnya aksi protes di Prancis.
Harga bensin tanpa timbal di negara tersebut pada Kamis mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, sementara harga diesel juga berada di ambang mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebagai reaksi terhadap kondisi ini, aksi protes di seluruh Prancis semakin meningkat. Para pengemudi dan rumah tangga mengungkapkan kemarahan dan ketidakpuasan mereka terhadap kenaikan biaya tersebut, yang memberikan dampak besar terhadap pengeluaran sehari-hari mereka.
Para nelayan Prancis pada Kamis memblokir pintu masuk dua pelabuhan dan sebuah depo bahan bakar di wilayah selatan Prancis sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga bahan bakar yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat terhadap Iran.