Beijing Peringatkan Tokyo: Jangan Main Api
-
Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok
Pars Today - Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam pernyataannya, dengan menyatakan bahwa Jepang harus mematuhi komitmennya di bawah hukum internasional untuk tidak menerima, memproduksi, menyimpan, atau menyebarkan senjata nuklir, memperingatkan para pejabat Jepang, "Jangan main api."
Sebagaimana dilaporkan IRNA, mengutip kantor berita Xinhua, Sabtu, 8 Agustus 2026, Lin Jian, dalam konferensi persnya, menjawab pertanyaan tentang jajak pendapat yang baru-baru ini dilakukan oleh Asosiasi Penelitian Opini Publik Jepang, mengatakan, "Fakta bahwa hampir 80 persen rakyat Jepang mendukung pemeliharaan tiga prinsip non-nuklir (tidak memproduksi, tidak memiliki, dan tidak mengerahkan senjata nuklir di wilayah Jepang) dan menentang berbagi nuklir, menunjukkan penolakan yang tegas dan jelas dari rakyat negara ini terhadap kepemilikan senjata nuklir."
Ia menambahkan, "Hal ini juga menunjukkan betapa mereka menghargai perdamaian dan kemakmuran yang tidak diperoleh dengan mudah."
Juru Bicara Kemenlu Tiongkok menekankan bahwa tindakan terbaru para pelaku di pemerintahan Jepang untuk mengusulkan "opsi nuklir" dan berupaya melanggar tiga prinsip nonnuklir, hanya menunjukkan ambisi politik dan militer yang meningkat dari kekuatan sayap kanan Jepang, yang berjudi dengan masa depan lebih dari seratus juta rakyat Jepang.
Lin Jian, dengan menyatakan bahwa kehendak rakyat tidak boleh dilanggar, memperingatkan bahwa jika Jepang saat ini mengejar senjata nuklir dan kebijakan agresif, ia akan mengulangi kesalahan perhitungan yang sama di masa lalu dan mengabaikan kehendak rakyatnya sendiri, dan hal ini akan merusak perdamaian dan stabilitas kawasan.
Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok sebelumnya juga, dalam menanggapi hasil pemilihan Jepang dan beberapa sikap pejabat negara itu, telah memperingatkan bahwa "pelajaran sejarah tidak boleh diabaikan" dan menyebut kepatuhan Tokyo pada "jalan pembangunan damai" sebagai ujian bagi pemeliharaan kepercayaan regional dan internasional.(Sail)