Mantan Presiden Finlandia: Eropa Harus Bicara dengan Rusia soal Arsitektur Keamanan
-
Bendera Uni Eropa dan Rusia
Pars Today - Sauli Niinistö, mantan Presiden Finlandia (2012-2024), dalam pernyataannya, dengan menekankan perlunya hubungan antara ibu kota Eropa dan Moskow, mengatakan bahwa Eropa harus berdialog dengan Rusia untuk membahas arsitektur keamanan benua ini dan bagaimana menghindari konflik hibrida.
Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip kantor berita TASS, Sabtu, 8 Agustus 2026, Niinistö, dalam sebuah wawancara, dengan merujuk pada bahwa Rusia telah lama menuntut pembahasan tentang hal ini, mengatakan bahwa topik ini juga telah diangkat dalam pertemuan Vladimir Putin, Presiden Rusia, dan Donald Trump, Presiden AS, di Alaska.
Ia menambahkan, "Jika ada diskusi tentang arsitektur keamanan Eropa, selain AS dan Rusia, orang-orang Eropa juga harus duduk di meja perundingan."
Mantan Presiden Finlandia menyebut topik kedua untuk dialog Eropa-Rusia adalah terkait dengan periode pasca-berakhirnya konflik Ukraina, dan menyatakan, "Setelah perang Ukraina berakhir, garis pemisah baru yang tegang akan tercipta di Eropa, yang akan sangat mempengaruhi hubungan antara Rusia dan negara-negara Eropa."
Ia menambahkan, "Situasi ini akan mirip dengan era Perang Dingin, di mana Eropa terbagi menjadi dua blok, Timur dan Barat."
Niinistö, dengan mengingat bahwa keberadaan senjata nuklir selama Perang Dingin memaksa Uni Soviet dan AS untuk berunding, mengatakan, "Saat ini juga, Eropa harus menjadi cukup kuat sehingga musuh-musuh tidak berpikir bahwa mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan serangan hibrida."
Mantan Presiden Finlandia menyatakan, "Ketika keseimbangan ini tercapai, maka kita dapat berbicara dengan Rusia tentang pengurangan ketegangan."
Niinistö sebelumnya, dalam wawancara dengan jaringan televisi dan radio Yle, telah menekankan bahwa pengaruh Eropa telah menurun dan tidak ada yang mendengarkan mereka lagi.
Ia menambahkan bahwa dengan berkurangnya peran UE di panggung global, Eropa telah tersingkir dari empat kekuatan besar dunia, dan kini hanya segitiga Rusia, Tiongkok, dan AS yang tersisa.(Sail)