Apakah Kecerdasan Buatan Jujur dalam Mendefinisikan Ulang Kepribadian Seseorang?
Para peneliti menemukan bahwa kecerdasan buatan (AI) lebih akurat dalam memprediksi karakteristik psikologis yang lebih jelas tercermin dalam tuturan dan deskripsi diri seseorang.
Belakangan ini, kecerdasan buatan telah merambah ke berbagai bidang kehidupan manusia dan, dalam satu atau lain bentuk, telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Menurut Pars Today yang mengutip TV BRICS, para ilmuwan dari Universitas Negeri Sankt-Peterburg (SPbU), bekerja sama dengan para pakar dari Institut Riset Kecerdasan Buatan (AIRI) dan Institut Psikologi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, meneliti akurasi model bahasa modern dalam memprediksi karakteristik psikologis seseorang berdasarkan wawancara standar.
Sebanyak 645 orang dengan 38 indikator psikologis, moral, sosial, dan material berpartisipasi dalam penelitian ini.
Para peneliti menemukan bahwa kecerdasan buatan lebih akurat dalam memprediksi karakteristik psikologis yang lebih jelas tercermin dalam tuturan dan deskripsi diri seseorang. Sebagai contoh, model AI mampu mengidentifikasi sifat ekstrover dengan tingkat akurasi yang relatif tinggi.
Berdasarkan temuan tersebut, kecerdasan buatan pada umumnya cenderung memandang seseorang secara lebih positif daripada kenyataannya: AI melebih-lebihkan penilaian terhadap kebaikan dan kejujuran, serta meremehkan indikator narsisme, Machiavellianisme, dan psikopati.