Presiden Filipina Sebut Dubes-dubes AS Mata-mata
-
Rodrigo Duterte
Presiden Filipina mereaksi sebuah laporan media terkait konspirasi Amerika Serikat untuk menggoyah pemerintahannya dan mengatakan, duta besar-duta besar Amerika adalah mata-mata.
Tasnim News (30/12) mengutip kantor berita Reuters melaporkan, Rodrigo Duterte, Presiden Filipina, Kamis (29/12) mengumumkan, sebagian besar Dubes Amerika berhubungan CIA, dinas intelijen yang memiliki catatan panjang intervensi dalam urusan negara-negara lain.
Menurut laporan media-media Filipina, Philip S. Goldberg, Dubes Amerika di Manila yang belum lama ini tugasnya di negara itu berakhir, sudah menyusun sejumlah strategi sehingga pemerintahan Duterte yang baru berjalan 18 bulan itu terus diterpa instabilitas.
Proyek Goldberg tersebut meliputi dukungan terhadap kubu oposisi dan penentang Presiden Filipina. (HS)