Warga Suriah, Korban Serangan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i30400-warga_suriah_korban_serangan_amerika
Jet-jet tempur Koalisi Internasional Anti Daesh pimpinan Amerika Serikat kali ini dilaporkan menyerang Deir Ezzor, Suriah dan merenggut nyawa puluhan warga sipil. Selain itu, sejumlah warga sipil Suriah di Provinsi Raqqa juga tewas akibat serangan jet tempur koalisi ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 09, 2017 09:11 Asia/Jakarta
  • Warga Suriah, Korban Serangan Amerika

Jet-jet tempur Koalisi Internasional Anti Daesh pimpinan Amerika Serikat kali ini dilaporkan menyerang Deir Ezzor, Suriah dan merenggut nyawa puluhan warga sipil. Selain itu, sejumlah warga sipil Suriah di Provinsi Raqqa juga tewas akibat serangan jet tempur koalisi ini.

Berbagai sumber Suriah mengkonfirmasi tewasnya 21 warga sipil dan puluhan lainnya terluka dalam serangan jet tempur koalisi pimpinan AS ke sebuah pasar olahan minyak di sekitar Deir Ezzor.

 

Pasukan udara koalisi Amerika selain menyerang Deir Ezzor, juga membantai 11 warga sipil termasuk lima anak-anak Suriah di Provinsi Raqqa. Masih menurut sumber ini, serangan tersebut juga melukai sejumlah warga sipil lainya dan mengingat kondisi kritis sejumlah korban, jumlah yang meninggal di serangan ini berpotensi terus meningkat.

 

Selain itu, lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah di laporannya menyebutkan sebanyak 470 warga tewas dalam serangan udara koalisi Amerika di tahun 2016. Di antara korban warga sipil tersebut lebih dari 100 anak-anak di bawah usia 18 tahun. Selain itu, serangan udara jet tempur koalisi anti Daesh melukai ratusan orang lainnya dan di antara korban menderita cacad.

 

Sebelumnya sejumlah warga sipil tewas akibat serangan jet tempur koalisi Amerika di wilayah Suriah lainnya dan Irak serta Afghanistan. Serangan beberapa hari lalu koalisi Amerika di timur Mosul menewaskan 27 warga sipil.

 

Serangan dan pembantaian ini menuai protes warga dan kecaman masyarakat internasional. Namun begitu, koalisi Amerika hanya mengakui jumlah yang kecil dan menekankan bahwa serangan tersebut tak disengaja dan salah sasaran. Pengamat militer yakin bahwa mengingat fasilitas canggih militer koalisi ini dan akurasi tinggi mereka, sangat jauh jika pembunuhan warga sipil karena salah sasaran atau paling sedikit hal ini tidak akan terulang.

 

Jet tempur koalisi Amerika pada September tahun lalu bahkan menyerang pos-pos militer Suriah di Deir Ezzor yang menewaskan lebih dari 80 serdadu Suriah dan melukai 100 lainnya. Sejatinya penargetan militer Suriah yang tengah bertempur dengan Daesh di sekitar bandara udara Deir Ezzor dapat dicermati sebagai bentuk koordinasi Amerika dengan teroris. Dan serangan tersebut ditujukan untuk meraih tujuan mereka secepat mungkin.

 

Serangan udara Amerika dan sekutunya di Suriah tanpa restu Damaskus dan dengan klaim memerangi teroris Daesh dilancarkan sejak September 2014. Operasi ini hanya membantai warga sipil dan menghancurkan infrastruktur Suriah ketimbang memberantas teroris. Pengakuan Menteri Luar Negeri Amerika, John Kerry pekan ini terkait bahwa negaranya membentuk Daesh untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad, kian menguak ketidakjujuran tujuan Washington dalam memerangi terorisme.

 

Pemerintah dan rakyat Suriah berulang kali memprotes koalisi pimpinan Amerika menyerang warga sipil dan bukannya menarget teroris. Sejatinya acara pernikahan, acara duka, rumah sakit, kantor polisi, konvoi bantuan kemanusiaan dan bahkan pasukan Suriah yang tengah berperang melawan Daesh menjadi target operasi udara koalisi Amerika.

 

Di kondisi sperti ini, masyarakat internasional diharapkan selain mengutuk agresi Amerika ke Suriah juga meminta pertanggung jawaban Washington karena membantai warga sipil serta menghukum para agresor. (MF)