Dewan Pakar Kepemimpinan Iran: Sikap Bijaksana Pemimpin Revolusi Jadi Pedoman Utama
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194330-dewan_pakar_kepemimpinan_iran_sikap_bijaksana_pemimpin_revolusi_jadi_pedoman_utama
Pimpinan Majelis Khobregan (Majelis Ahli Kepemimpinan) Iran mengeluarkan sebuah pernyataan yang menegaskan dukungan terhadap sikap Pemimpin Revolusi serta pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas nasional.
(last modified 2026-08-04T04:38:16+00:00 )
Aug 04, 2026 15:35 Asia/Jakarta
  • Dewan Pakar Kepemimpinan Iran: Sikap Bijaksana Pemimpin Revolusi Jadi Pedoman Utama

Pimpinan Majelis Khobregan (Majelis Ahli Kepemimpinan) Iran mengeluarkan sebuah pernyataan yang menegaskan dukungan terhadap sikap Pemimpin Revolusi serta pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas nasional.

Menurut Pars Today, mengutip Kantor Berita Tasnim, Pimpinan Majelis Khobregan Iran dalam sebuah pernyataan menyatakan dukungannya terhadap sikap Pemimpin Tertinggi Revolusi yang dinilai bermartabat, serta menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional dan komitmen nyata seluruh pejabat negara untuk mematuhi arahan Pemimpin Revolusi.

Berikut isi lengkap pernyataan tersebut:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kepada rakyat Iran yang tercinta dan revolusioner,

Kami menyampaikan belasungkawa atas peringatan Arbain Imam Husain (as), keluarga beliau, dan para sahabat setianya. Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kehadiran luar biasa rakyat Iran yang tabah, penuh penghargaan, dan cinta tanah air, bersama saudara-saudara kami dari Irak serta para pejabat kedua negara dalam penyelenggaraan prosesi pemakaman bersejarah Pemimpin Syahid Umat, Imam Khamenei (semoga Allah meridhainya), yang menjadi pesan nyata tentang keteguhan dan penolakan Revolusi Islam untuk tunduk kepada musuh-musuh kemanusiaan, yaitu Amerika yang arogan, rezim Zionis, dan para sekutunya.

Dalam kesempatan ini kami menyampaikan beberapa hal berikut:

1. Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas pesan-pesan bijaksana, penuh wawasan, membangkitkan harapan, mencerahkan, dan bermartabat dari Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei (semoga Allah senantiasa melindunginya), yang menjadi penunjuk jalan bagi rakyat Iran dan umat Islam serta harus menjadi pedoman utama bagi seluruh pejabat negara. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar beliau senantiasa dianugerahi umur yang panjang, kemuliaan, dan kekuatan hingga kemunculan Imam Mahdi (aj).

2. Peristiwa-peristiwa terbaru serta tindakan rezim agresor dan pelanggaran berulang terhadap nota kesepahaman membuktikan bahwa tanda tangan Presiden Amerika Serikat tidak memiliki kredibilitas. Hal ini juga menunjukkan bahwa mempercayai pemerintahan arogan tersebut hanyalah fatamorgana, dan harapan terhadap kesepahaman maupun kesepakatan dengan rezim yang gemar menindas tidak akan membawa hasil. Setiap langkah untuk memperjuangkan hak-hak bangsa harus dilakukan dalam kerangka pandangan, arahan, dan kebijakan Pemimpin Tertinggi Revolusi, Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei.

3. Bangsa Iran yang memiliki peradaban besar dan angkatan bersenjata yang gagah berani siap mengorbankan jiwa demi mempertahankan kehormatan, martabat, dan keamanan negaranya. Para anggota Majelis Khobregan dengan penuh kebanggaan mencium tangan para pejuang yang berdiri teguh menghadapi musuh dan telah membuat mereka berada dalam keadaan terdesak.

4. Konfrontasi Revolusi Islam dengan front arogan merupakan konfrontasi yang mendasar dan tidak akan berakhir kecuali jika pihak-pihak arogan menghentikan sifat agresif dan sikap semena-mena mereka serta menerima tuntutan sah rakyat Iran sebagaimana tercermin dalam pesan-pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi. Berdasarkan berbagai bukti yang tidak dapat disangkal, perang saat ini merupakan perang yang menentukan, dan setiap bentuk penyederhanaan terhadap situasi ini dapat menimbulkan kerugian sejarah yang tidak dapat diperbaiki.

5. Dalam kondisi seperti ini, menjaga persatuan yang suci serta mengikuti arahan dan perintah bijaksana Pemimpin Tertinggi Revolusi sebagai satu-satunya poros persatuan merupakan suatu keharusan. Kepatuhan dan komitmen penuh seluruh pejabat terhadap pandangan Pemimpin Tertinggi merupakan kewajiban, baik secara rasional maupun syariat.

6. Kehadiran berkelanjutan rakyat yang beriman dan waspada dalam berbagai aksi serta unjuk rasa jalanan perlu terus dilakukan selama Pemimpin Tertinggi Revolusi memandangnya diperlukan, hingga musuh benar-benar kehilangan harapan, seluruh konspirasi mereka dipastikan gagal, dan kemenangan bangsa benar-benar terwujud.

7. Dalam situasi sejarah yang sangat sensitif ini, setiap seruan untuk menyerah yang disuarakan oleh para penyebar ketakutan dan para konspirator dengan dalih membela perdamaian merupakan pengkhianatan yang tidak dapat dimaafkan. Mengambil tindakan hukum terhadap upaya-upaya semacam itu merupakan tugas yang jelas bagi lembaga-lembaga terkait.

8. Berdasarkan pernyataan tegas Pemimpin Tertinggi Revolusi bahwa "Kami berjanji akan membalas darah suci Pemimpin Syahid dan seluruh syuhada perang ini dari para pelaku kejahatan yang tercela. Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kami dan pasti akan dilaksanakan. Para penjahat itu akan membawa ke liang kubur impian mereka untuk meninggal dengan tenang di tempat tidur mereka." Oleh karena itu, seluruh orang-orang merdeka di mana pun berada berkewajiban untuk terus mengibarkan panji pembalasan dan penuntutan darah Pemimpin Syahid serta para syuhada perang yang gugur.

Pernyataan ini juga menegaskan bahwa, mengingat telah muncul tuntutan nasional dan internasional untuk menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya Pemimpin Syahid dan para korban dalam perang 12 hari serta Perang Ramadan, seluruh pejabat terkait berkewajiban menindaklanjuti tuntutan hukum dan strategis bangsa Iran serta front perlawanan internasional dengan memanfaatkan seluruh kemampuan dan sarana yang tersedia.