Albright: Trump adalah Boneka Tangan Steve Bannon
-
Madeleine Albright
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan, Steve Bannon, Penasihat senior Presiden Donald Trump berada di balik keputusan-keputusan kunci dan kontroversial penghuni baru Gedung Putih.
IRNA (5/2) melaporkan, Madeleine Albright, mantan Menlu Amerika, Minggu (5/2) dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN menuturkan, Trump adalah boneka tangan Steve Bannon.
Penempatan Bannon di Dewan Keamanan Nasional Amerika, NSC dilakukan atas perintah Presiden Amerika dan hal itu dinilai sebagai tanda bahaya bagi banyak politisi Amerika.
Bannon yang dituding sejumlah pihak sebagai rasis dan memiliki pandangan-pandangan politik ekstrem, tahun lalu di salah satu makalah yang dimuat Bloomberg digelari "Politisi Amerika Paling Berbahaya".
Steve Bannon adalah mantan direktur situs ekstrem "Breitbart" yang merupakan salah satu media pendukung utama Trump selama masa kampanye presiden.
Bannon dalam beberapa pekan terakhir, setelah Trump merebut kursi kepresidenan Amerika, berubah menjadi tokoh kontroversial di negara itu.
Ia juga memainkan peran sangat signifikan dalam proses penandatanganan perintah eskekutif Trump yang melarang warga tujuh negara Muslim masuk ke Amerika dan kebijakan-kebijakan keimigrasian baru Presiden Amerika itu. Pasalnya, Bannon dikenal memusuhi Islam dan Muslimin.
Donald Trump, Presiden Amerika, Jumat 22 Januari 2017 menandatangani perintah eksekutif penerapan pembatasan luas bagi masuknya imigran dan pengungsi dari negara-negara Muslim termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Libya, Sudan dan Somalia, ke Amerika.
Langkah Trump itu memicu reaksi dan protes luas di seluruh penjuru dunia dan sebagian besar negara dunia menganggap keputusan Presiden Amerika itu diskriminatif dan melanggar aturan internasional. (HS)