Inggris Bersikeras Mengekspor Senjata ke Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/world-i32797-inggris_bersikeras_mengekspor_senjata_ke_arab_saudi
Sebuah laporan baru menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mendesak pemerintah Inggris untuk melanjutkan penjualan senjata ke Arab Saudi bahkan setelah Riyadh membombardir acara pemakaman di Yaman Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 140 orang dan menuai kecaman global.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 13, 2017 02:45 Asia/Jakarta
  • Inggris
    Inggris

Sebuah laporan baru menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mendesak pemerintah Inggris untuk melanjutkan penjualan senjata ke Arab Saudi bahkan setelah Riyadh membombardir acara pemakaman di Yaman Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 140 orang dan menuai kecaman global.

Dalam surat tertanggal sebulan setelah insiden pemboman tersebut, Johnson mendesak Sekretaris Negara untuk Perdagangan Internasional, Liam Fox, untuk terus mengirim senjata ke Arab Saudi. Demikian dilaporkan koran The Guardian.

 

Fox menunda penandatanganan ekspor senjata lebih lanjut kepada Angkatan Udara Arab Saudi menyusul protes warga, namun setuju untuk melanjutkan mempersenjatai Riyadh setelah mendapat surat dari Johnson.

 

Dalam surat balasan kepada Johnson tanggal 17 November, Fox memperingatkan bahwa situasi di Yaman tetap beresiko.

 

Di lain pihak, Tom Brake, seorang anggota parlemen dari kubu Liberal Demokrat, mengecam pemerintah Inggris untuk menyetujui penjualan senjata ke Riyadh.

 

"Kampanye setan Arab Saudi di Yaman telah menelan biaya ribuan nyawa dan membuat sebuah negara menjadi puing, dan pemerintah Tory ini terlibat dalam tragedi itu."

 

Serangan udara Saudi pada tanggal 8 Oktober di pemakaman di Sanaa, ibukota Yaman, merupakan salah satu insiden paling berdarah dalam konflik yang telah memakan korban jiwa lebih dari 11.000 orang Yaman.

 

Arab Saudi melancarkan perang melawan Yaman Maret 2015 dalam upaya mengembalikan kekuasaan mantan presiden yang telah mengundurkan diri dan melemahkan gerakan Houthi Ansarullah.(MZ)