Kunjungi Saudi, Erdogan Ingin Pererat Hubungan dengan Riyadh
-
Erdogan dan Salman
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, Senin (13/2) berkunjung ke Arab Saudi untuk bertemu dengan pejabat negara itu guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Kantor berita Perancis (13/2) melaporkan, dalam lawatannya ke Saudi, Erdogan bertemu dengan beberapa pejabat senior negara itu dan selain membicarakan soal penguatan hubungan, juga membahas transformasi regional khususnya krisis Suriah.
Turki dan Saudi sejak beberapa tahun lalu terus mempererat hubungan dan kedua negara mendukung kubu pemberontak pemerintah Damaskus dalam perang Suriah.
Meski demikian, keberhasilan pasukan pemerintah Suriah merebut kontrol kota Aleppo berkat dukungan serangan udara Rusia di akhir tahun 2016, memberikan kekalahan telak bagi Saudi dan Qatar.
Sejak berkuasanya Salman bin Abdulaziz sebagai Raja Saudi pada tahun 2015 lalu, Riyadh dan Ankara memulihkan hubungannya. Sebelumnya hubungan kedua negara sempat memburuk akibat tergulingnya Muhammad Mursi dari kursi kepresidenan Mesir.
Saudi merupakan salah satu pendukung Abdel Fattah El Sisi, Presiden Mesir saat ini yang menggulingkan Mursi saat ia menjabat komandan militer negara itu.
Adel Al Jubeir, Menteri Luar Negeri Saudi pekan lalu di Ankara mengatakan, sikap Saudi dan Turki terkait Suriah, sama.
Erdogan dalam lawatan periodiknya ke negara-negara Arab Teluk Persia, hari Minggu lalu berkunjung ke Bahrain dan bertemu dengan Raja Bahrain dan beberapa pejabat tinggi lainnya.
Di Manama, Senin (13/2), Erdogan mendesak pembentukan "zona aman" di Utara Suriah. Lokasi dimana para pengungsi akibat perang Suriah dapat tinggal di sana.
Dalam kelanjutan lawatan regionalnya, Erdogan, Selasa (14/2) berkunjung ke Saudi, kemudian ke Qatar. Turki selama bertahun-tahun menjalin hubungan yang erat dengan Qatar. Di sisi lain, Qatar merupakan salah satu lokasi pangkalan militer Turki. (HS)