Klaim Permusuhan Menlu AS Anti Iran
-
Menlu AS Rex Tillerson
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson seraya mengakui kapatuhan Republik Islam Iran terhadap Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) mengklaim sejak tercapainya kesepakatan nuklir, Iran meningkatkan aktivitas pengobaran instabilitas di kawasan.
IRIB News melaporkan, Rex Tillerson saat diwawancarai televisi CBS News menggulirkan klaim anti Irannya tersebut.
Klaim menlu AS anti Iran bahwa Tehran mengobarkan instabilitas di kawasan bergulir ketika Amerika melalui penempatan pasukannya secara besar-besaran di kawasan termasuk di Afghanistan, Irak dan dukungan terhadap berbagai kelompok teroris khususnya Daesh, menjadi pemicu utama pergolakan dan instabilitas di Asia Barat.
Amerika dengan mendukung rezim Zionis Israel dan rezim Al Saud juga terlibat dalam kejahatan rezim tersebut terhadap warga Palestina dan Yaman.
Sementara itu, Republik Islam Iran senantiasa menilai kehadiran militer AS di kawasan sebagai pemicu instabilitas dan meyakini rakyat dan pemerintah regional yang seharusnya menerapkan keamanan di wilayahnya.
Sejak pelaksanaan JCPOA pada Januari 2016, Amerika Seriakt senantiasa menunjukkan sikap yang bertentangan dengan kesepakatan nuklir ini. Sementara Iran sebaliknya justru komitmen dengan JCPOA. (MF)