Direktur CIA: Semua Jalan Harus Ditutup bagi Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i46177-direktur_cia_semua_jalan_harus_ditutup_bagi_iran
Direktur Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA), Mike Pompeo dan Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih, Herbert Raymond McMaster menekankan seluruh fasilitas harus dimanfaatkan melawan Republik Islam Iran. "Seluruh jalan harus ditutup bagi Iran," papar keduanya.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Okt 22, 2017 08:29 Asia/Jakarta
  • Direktur CIA dan Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih
    Direktur CIA dan Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih

Direktur Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA), Mike Pompeo dan Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih, Herbert Raymond McMaster menekankan seluruh fasilitas harus dimanfaatkan melawan Republik Islam Iran. "Seluruh jalan harus ditutup bagi Iran," papar keduanya.

Seperti diberitakan IRIB, Mike Pompeo Sabtu (21/10) di konferensi pro demokrasi yang digelar untuk mengkaji langkah lebih ketat anti Iran, mengklaim Republik Islam Iran dengan program rudal, cyber serta dukungannya terhadap Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) telah mengancam kepentingan Amerika di Timur Tengah.

Direktur CIA terkait Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) tanpa mengindahkan delapan laporan Badan Energi Atom Internasional yang membenarkan komitmen Iran terhadap kesepakatan internasional ini menyatakan dukungannya terhadap strategi baru Presiden AS, Donald Trump anti Iran dan JCPOA.

"Langkah yang akan diambil Amerika adalah meraih jaminan bahwa Iran tidak memiliki jalan untuk menggapai kemampuan nuklir," kata Pompeo.

Sementara itu, McMaster di pertemuan tersebut tanpa mengisyaratkan ratusan pangkalan militer AS di dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah mengatakan, "Strategi baru Trump akan mampu mencegah pengaruh Iran di Asia Barat."

Penasehat keamanan nasional Gedung Putih ini juga mengatakan, Amerika dengan menjatuhkan sanksi kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berusaha mendukung sekutunya di kawasan khususnya rezim Zionis Israel dan Arab Saudi.

Donald Trump Jumat (13/10) malam menyatakan tidak akan mengkonfirmasi kepatuhan Iran terhadap JCPOA. Langkah Trump ini dimaksudkan untuk membatalkan kesepakatan internasional tersebut.

Uni Eropa dan berbagai negara dunia lainnya pasca statemen Trump menyatakan mereka masih akan tetap komitmen terhadap JCPOA.

Trump juga mengulang klaim dan tuduhan palsu terhadap rakyat Iran serta mengklaim Tehran mendukung terorisme dan IRGC yang memainkan peran penting dalam memerangi kelompok teroris dukungan Washington, Arab Saudi dan Israel di Suriah serta Irak dicantumkan dalam list baru sanksi.

IRGC dalam melawan kelompok teroris di Irak dan Suriah atas permintaan resmi negara-negara tersebut dan memberikan bantuan jasa konsultasi militer. Langkah IRGC tersebut membuat Trump dan sekutunya geram. (MF)