Reaksi Rusia Atas Kehadiran Pangkalan Militer AS di Suriah
-
Pasukan Amerika Serikat di Suriah.
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa tujuan penempatan pasukan AS di daerah al-Tanf, Suriah Selatan adalah mencurigakan dan situasi kemanusiaan di wilayah itu rumit dan sulit.
Seperti dilansir media Sputnik, Kemenhan Rusia dalam pernyataan, Jumat (3/11/2017) menambahkan, pangkalan militer AS di daerah al-Tanf ilegal dan puluhan ribu pengungsi Suriah tidak dapat menerima bantuan kemanusiaan karena aktivitas pusat militer ini.
"Pasukan AS yang ditempatkan di al-Tanf mencoba untuk membentuk kelompok oposisi baru dari orang-orang bersenjata, yang telah meninggalkan kamp Rukban di al-Tanf," tambahnya.
"Pangkalan ilegal AS di al-Tanf, melarang hilir-mudik kendaraan yang mencakup radius 55 kilometer, dan AS akan menghancurkan setiap mobil yang melanggar. Langkah ini menyebabkan puluhan ribu pengungsi Suriah di kamp Rukban tidak dapat menerima bantuan kemanusiaan," tegas Kemenlu Rusia.
Sementara itu, beberapa media melaporkan bahwa 13 pengungsi Suriah meninggal dan 20 lainnya terluka dalam bentrokan antara orang-orang bersenjata di dekat kamp Rukban.
Al-Tanf adalah sebuah desa yang terletak di gurun Suriah di daerah segitiga perbatasan antara Suriah, Irak dan Yordania.
Pada kesempatan itu, Kemenhan Rusia juga mengatakan angkatan udara mereka telah melakukan lebih dari 390 serangan di Suriah pekan lalu, menghancurkan lebih dari 950 target yang terkait dengan kelompok teroris Daesh. (RM)