Larijani: AS Pemicu Utama Terorisme di Timur Tengah
https://parstoday.ir/id/news/world-i47217-larijani_as_pemicu_utama_terorisme_di_timur_tengah
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, menyebut AS sebagai penyebab utama terorisme di Timur Tengah, dan mengatakan tujuan utama AS dari membentuk kelompok teroris Daesh adalah menciptakan konflik di antara kaum Muslim, yang menguntungkan rezim Zionis Israel.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 24, 2017 15:12 Asia/Jakarta
  • Ketua Parlemen Republik Islam Iran Ali Larijani.
    Ketua Parlemen Republik Islam Iran Ali Larijani.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, menyebut AS sebagai penyebab utama terorisme di Timur Tengah, dan mengatakan tujuan utama AS dari membentuk kelompok teroris Daesh adalah menciptakan konflik di antara kaum Muslim, yang menguntungkan rezim Zionis Israel.

Dalam wawancara dengan televisi TRT Turki di sela-sela sidang pleno ke-10 Majelis Parlemen Asia (APA) di Istanbul, Larijani menuturkan Israel sangat kecewa dengan kekalahan Daesh dan sekarang ingin menciptakan masalah bagi Lebanon.

Larijani menilai pembebasan daerah-daerah yang dikuasai Daesh dan pukulan serius terhadap kelompok teroris ini di kawasan sebagai hal yang penting. "Para teroris yang bertempur di Suriah adalah pendatang dan mereka mungkin pergi ke tempat lain dan menciptakan gangguan keamanan," jelasnya.

Menurutnya, Amerika ingin membuat negara-negara lain khawatir dari berhubungan dengan Iran.

"AS melontarkan klaim tak berdasar terhadap Iran pada saat Republik Islam tidak pernah melakukan agresi ke negara manapun dan justru Amerika yang selalu mengancam negara-negara lain," tegas Larijani.

Dia menandaskan bahwa kehadiran Iran di Irak dan Suriah terjadi atas permintaan pemerintah setempat dan untuk memerangi terorisme.

"Setelah Daesh kalah di Suriah dan Irak, Amerika ingin melaksanakan konspirasi lain di kawasan. Oleh karena itu, Turki dan Iran perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam masalah baru," ujarnya.

Ali Larijani, tiba di Istanbul pada Selasa lalu untuk menghadiri sidang pleno ke-10 Majelis Parlemen Asia (APA) di Turki. (RM)