AS Khawatir Korsel Akan Akur dengan Korut
https://parstoday.ir/id/news/world-i49303-as_khawatir_korsel_akan_akur_dengan_korut
Pernyataan seorang pejabat tinggi militer Amerika Serikat di Korea Selatan, menunjukkan bahwa Washington dengan segala cara sedang berupaya mencegah pemulihan hubungan kedua Korea.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jan 05, 2018 13:24 Asia/Jakarta
  • unifikasi dua Korea
    unifikasi dua Korea

Pernyataan seorang pejabat tinggi militer Amerika Serikat di Korea Selatan, menunjukkan bahwa Washington dengan segala cara sedang berupaya mencegah pemulihan hubungan kedua Korea.

Jenderal Vincent Brooks, Panglima Militer Amerika Serikat di Korea Selatan, menyusul terjalinnya kontak telepon perbatasan kedua negara setelah terputus selama dua tahun mengatakan, negara ini dengan seluruh sekutunya harus meningkatkan kesiapan militernya untuk menghadapi Korea Utara.

Brooks yang memimpin pasukan dengan kekuatan 28,500 personil di Korea Selatan, menambahkan bahwa jangan sampai persatuan negara-negara dalam menghadapi Korea Utara terpecah.

zona demiliterisasi Korea

Sebelumnya, Korea Selatan menyambut baik pengumuman Pemimpin Korea Utara soal terbukanya pintu perundingan antara Pyongyang dan Seoul.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, mengapresiasi pesan Presiden Kim Jong-un Pemimpin Korea Utara menyambut tahun baru, serta pengumuman terbukanya pintu dialog untuk menyelesaikan konflik kedua negara. Dalam sebuah pidato menyambut tahun baru 2018, Pemimpin Korea Utara selain peringatan ke Amerika Serikat, dia mengumumkan keterbukaan perundingan dengan Korea Selatan dan mengatakan sebuah delegasi atlet Korea Utara akan diikutsertakan dalam Olimpiade Musim Dingin Korea Selatan.

Turnamen itu merupakan kesempatan besar untuk menggunakan diplomasi olahraga demi memperkuat konvergensi antara Seoul dan Pyongyang. Meski demikian, pengiriman atlet Korea Utara ke Korea Selatan bukan hal baru, dan sebelumnya mereka juga berpartisipasi dalam Korean Games di Incheon. Pemimpin kedua negara telah menyadari bahwa satu-satunya solusi untuk perbedaan antara kedua negara adalah dialog dan pemahaman.(MZ)