Pemerintah AS Terpaksa Shutdown
-
Amerika Serikat
Pemerintah AS kembali mengalami "shutdown" dan menghentikan layanan publik setelah para anggota parlemen di Kongres gagal mencapai kesepakatan soal anggaran jangka pendek untuk mendanai operasi pemerintah.
Para senator masih melanjutkan negosiasi di Senat setelah batas waktu Jumat tengah malam (19/1/2018) berlalu, namun Gedung Putih merilis sebuah pernyataan yang menyalahkan penentangan Demokrat atas krisis tersebut.
Dalam sesi tengah malam yang dramatis, para senator memblokir rancangan undang-undang untuk memperpanjang pendanaan pemerintah sampai 16 Februari. Rancangan undang-undang itu membutuhkan 60 suara dalam senat dengan 100 anggota namun hanya 50 yang mendukungnya.
Kebanyakan senator dari Demokrat menentang rancangan undang-undang itu karena upaya mereka untuk memasukkan perlindungan bagi ribuan imigran muda yang disebut Dreamers gagal.
Perundingan sengit pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnell dan pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer pada menit-menit terakhir sebelum tengah malam tidak berhasil, dan pemerintah Amerika Serikat secara teknis kehabisan uang pada tengah malam.
Penutupan layanan pemerintah secara formal dimulai Sabtu, pada ulang tahun pertama pelantikan Presiden Donald Trump. Pemerintahan Trump segera menyalahkan Demokrat. Gedung Putih menyebut shutdown kali ini dengan nama "Schumer Shutdown"
Pejabat Gedung Putih urusan bujet, Milk Mulvaney mengatakan, "Saya hanya ingin semua orang mengetahui bahwa kami tidak menginginkan ini, kami tidak menginginkan 'shutdown' namun tuan Schumer bersikeras bahwa dia ada dalam posisi untuk memaksakan ini kepada rakyat Amerika."
Sampai kesepakatan itu dicapai, sejumlah badan federal di seluruh negeri tidak akan bisa beroperasi, dan ratusan ribu pekerja federal "non-esensial" akan diistirahatkan sementara tanpa bayaran.