Korea Utara Peringatkan Amerika Serikat
-
Korut-AS
Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat terkait berlanjutnya represi terhadap Pyongyang.
Seperti diberitakan kantor berita Korut, Departemen Luar Negeri Korea Utara saat merespon ancaman Amerika menyatakan, Washington akan membayar mahal ketika melontarkan tudingan pelanggaran HAM terhadap Pyongyang.
Berdasarkan statemen Deplu Korut, dengan berbagai alasan, Washington berusaha menunjukkan citra buruk Korea Utara terkait HAM kepada dunia.
Otto Frederick Warmbier, mahasiswa Amerika tahun lalu setelah dipenjara di Korea Utara dikembalikan ke Amerika, namun tak lama kemudian ia meninggal dunia. Washington menyatakan, Pyongyang terlibat dalam kematian Warmbier.
Dalam hal ini, Chou Riong Haye, salah satu petinggi partai berkuasa di Korea Utara mengatakan, bersamaan tensi dengan Korea Selatan, Pyongyang ingin memperkuat dan menyempurnakan kapasitas nuklirnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shingzo Abe dan Presiden AS Donald Trump saat kontak telepon menekankan penerapan represi lebih keras kepada Korut untuk melucuti senjata nuklir Pyongyang.
Amerika dan sekutunya yang memainkan peran signifikan di pengobaran tensi di Semenanjung Korea, senantiasa menuntut dihentikannya uji coba nuklir Korea Utara, namun Pyongyang berulang kali menegaskan selama AS dan sekutunya melanjutkan ancamannya kepada Korut maka negara ini akan melanjutkan penguatan kemampuan militer dan serangan preemtivenya. (MF)