PM Theresa May Longgarkan Izin Penjualan Senjata ke Saudi
-
Theresa May dan Raja Salman
Menjelang kunjungan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi ke London Televisi SKy News hari Selasa malam (6/3) dalam laporannya mengkonfirmasikan kenaikan signifikan izin penjualan senjata ke Riyadh terjadi di masa Perdana Menteri Theresa May.
Sky News menyebutkan bahwa pemerintah Inggris dari Juli 2016 hingga September 2017 telah mengeluarkan lebih dari 50 izin penjualan bebas senjata ke Arab Saudi. Jumlah ini bila dibandingkan dengan waktu yang sama sebelumnya naik mencapai 56 persen.
Lembaga-lembaga hak asasi manusia di Inggris menyebut izin penjualan bebas senjata merupakan bukti adalah transaksi rahasia, sehingga pemerintah negara ini mampu menjual senjata selama 5 tahun tanpa ada batasan.
Rencananya, putra mahkota Arab Saudi akan mengunjungi London hari ini (Rabu, 7/3) untuk melakukan pertemuan dengan perdana menteri Inggris.
Sesuai dengan data statistik resmi kampanye melawan penjualan senjata, Arab Saudi merupakan negara pembeli terbesar senjata dari Inggris.
Baru-baru ini, Kenneth Roth, Direktur Eksekutir Human Right Watch meminta Amerika, Inggris dan Perancis untuk menghentikan penjualan senjata kepada Saudi.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika, Inggris dan Perancis sejak Maret 2015 mengagresi Yaman dan memblokade negara ini dari darat, laut dan udara dengan alasan mengembalikan Abdrabbuh Mansur Hadi, mantan Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri untuk tetap berkuasa di Yaman.
Agresi Arab Saudi dan sekutunya di Yaman hingga kini telah menewaskan lebih dari 13 ribu warga negara ini, mencederai puluhan ribu lainnya dan jutaan lainnya menjadi pengungsi.
Agresi militer Arab Saudi juga membuat negara miskin di Timur Tengah ini mengalami kelangkaan bahan makanan dan obat-obatan.
Rezim Arab Saudi dan sekutunya hingga kini tidak mampu meraih targetnya mengembalikan boneka mereka ke tampuk kekuasaan karena resistensi rakyat Yaman.