Dimensi Pengaruh Latihan Perang AS-Korsel
-
Bendera AS dan Korea Selatan
AS dan Korea telah memulai latihan perang bersama tahunan, padahal sebulan lagi dua Korea akan menggelar perundingan tingkat tinggi.
Dilaporkan, sebanyak 24.000 personil militer AS dan 300.000 tentara Korea Selatan diterjunkan dalam latihan perang bersama tersebut.
Awalnya, manuver militer udara, darat dan laut ini digelar pada Februari 2018, tapi diundur karena Korea Selatan menjadi tuan rumah olimpiade musim dingin Pyeongchang.
Pyongyang menilai manuver militer ini sebagai latihan untuk mempersiapkan serangan terhadap Korea Utara oleh Korsel dan AS. Meski demikian, Korut belum mengambil langkah balasan.
Padahal sebelumnya, setiap kali Korea Selatan bersama sekutunya AS maupun Jepang melakukan aksi provokatif, Prongyang segera mengmbil langkah balasan, termasuk dengan melakukan pengujian rudal nuklir terbaru.
Kepala Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui-yong, yang ikut serta dalam delegasi ke Pyongyang mengungkapkan kemungkinan reaksi Korea Utara dalam bentuk manuver politik gabungan. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pemimpin Korut, Kim Jong un relatif memahami kondisi menyangkut latihan perang ini.
Dalam kondisi demikian, tampaknya Pyongyang tetap akan memberikan reaksi terhadap latihan perang gabungan AS dan Korea Selatan dalam bentuk manuver politik gabungan, tapi dengan literatur yang lebih lunak dari sebelumnya.
Peneliti masalah semenanjung Korea, dan isu perlucutan senjata mengungkapkan bahwa pada umumnya, setelah AS dan Korea Selatan melakukan latihan perang gabungan, Korea Utara akan menguji coba rudal barunya sebagai bentuk protes. Meski demikian, Esmail Bashari menilai sikap Korea Utara belum tahu apa yang akan diambil Pyongyang. Apakah akan diam atau sebaliknya mengambil langkah seperti sebelumnya.
Tampaknya, pemimpin kedua negara telah sepakat untuk menempatkan kerja sama antara Seoul dan Washington berada di luar agenda perundingan antara kedua Korea. Oleh karena itu, Pyongyang tidak melancarkan protes terhadap latihan perang gabungan antara Korea Selatan dan AS.
Meskipun sebagian sumber menilai ditundanya latihan perang gabungan antara Korea Selatan dan AS selain dipicu oleh masalah olimpiade musim dingin dan perundingan kedua pihak. Tapi tampaknya, penyelenggaraan manuver militer gabungan AS dan Korsel tidak ada kaitannya dengan perundingan antara Seoul dan Pyongyang. Sebab perundingan berada dalam sebuah proses yang ditentukan.
Meskipun demikian, pengulangan aksi Seoul berpotensi memprovokasi Pyongyang untuk mengambil aksi balasan, termasuk dengan menguji coba rudal nuklir barunya yang akan mengganggu proses perundingan kedua Korea itu.(PH)