Manuver AS-Korsel Rusak Perdamaian di Semenanjung Korea
-
Latihan militer AS dan Korea Selatan di Semenanjung Korea.
Pemerintah Rusia menyatakan bahwa latihan militer baru AS dengan Korea Selatan di Semenanjung Korea, akan mencegah terciptanya perdamaian dan ketenangan.
Seperti dilansir IRNA, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Rusia, Oleg Burmistrov pada Konferensi Keamanan Moskow, Kamis (5/4/2018) mengatakan, latihan gabungan AS dan Korsel di Semenanjung Korea yang dimulai sejak beberapa hari lalu perlu segera dihentikan.
"Karena tindakan ini bertentangan dengan misi untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan di wilayah tersebut," tambahnya.
"Tidak seperti AS dan sekutu regionalnya, Rusia bekerja sama dengan Cina untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea," ungkap Burmistrov.
Mengacu pada keefektifan proposal Rusia-Cina untuk memecahkan masalah Korea Utara, dia menerangkan bahwa proposal ini selain memperlihatkan kapasitas implementasinya, juga dua tahap dari rencana tersebut telah sukses dilaksanakan.
Menurut proposal Rusia-Cina, latihan militer AS di Semenanjung Korea harus dihentikan, dan Korut akan kembali ke meja perundingan dengan menghentikan uji coba nuklir dan rudal, dan kemudian sanksi terhadap Pyongyang dicabut secara bertahap.
Meskipun Korut telah mengambil langkah positif untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea dan setuju untuk bertemu dengan presiden Korsel dan AS, namun Washington dan Seoul tetap menggelar latihan militer di kawasan dengan misi menghadapi ancaman Pyongyang. (RM/PH)