Gagal di Suriah, AS Tumpahkan Kemarahan pada Rusia
-
Sistem pertahanan rudal S-400 Rusia ikut disebarkan di Suriah untuk perlindungan.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa sanksi baru AS terhadap badan-badan pertahanan Rusia sebagai upaya untuk menutupi kegagalan serangan rudalnya ke Suriah pada 14 April lalu.
Rabu lalu, AS menjatuhkan sanksi terhadap badan-badan pertahanan Rusia dengan alasan "melanggar undang-undang AS" tentang larangan proliferasi senjata pemusnah massal.
"Secara resmi, Rusia dituduh melanggar undang-undang AS yang melarang kerjasama di bidang teknologi pertahanan dengan Iran, Korea Utara dan Suriah," kata Kemenlu Rusia dalam sebuah pernyataan, Kamis (10/5/2018) seperti dikutip IRNA.
"Faktanya, ini jelas sebuah keinginan yang basi untuk menutupi kegagalan dari serangan rudal yang diluncurkan AS bersama Inggris dan Perancis ke Suriah, yang melanggar hukum internasional," katanya menambahkan.
"Mungkin, karena badan-badan pertahanan Rusia telah memberikan pelatihan yang baik kepada pasukan pertahanan udara Suriah, yang menembak jatuh sebagian besar misil Barat," tegasnya.
Statemen itu menandaskan bahwa Washington tidak mampu menekan Moskow secara ekonomi dan politik untuk berhenti melindungi kepentingannya sendiri atau mendukung sekutu.
"Para politisi Amerika – yang gatal untuk 'menghukum' semua orang yang mengikuti kebijakan independen di arena internasional – disarankan untuk tidak melebih-lebihkan kekuatannya. Rupanya, sanksi saat ini adalah pengakuan de facto bahwa pasukan pertahanan udara Suriah secara meyakinkan memamerkan kemampuan dan senjata buatan Soviet-Rusia dan mencapai target dengan tepat pada 14 April," tutupnya. (RM)