Harapan Bangladesh terhadap Cina soal Pengungsi Rohingya
https://parstoday.ir/id/news/world-i59420-harapan_bangladesh_terhadap_cina_soal_pengungsi_rohingya
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi mengkonfirmasikan kesiapan pemerintah Myanmar untuk memulangkan ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke negara ini.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jun 30, 2018 20:28 Asia/Jakarta
  • Harapan Bangladesh terhadap Cina soal Pengungsi Rohingya

Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi mengkonfirmasikan kesiapan pemerintah Myanmar untuk memulangkan ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke negara ini.

Wang Yi kemarin saat bertemu dengan sejawatnya dari Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali di Beijing mengatakan telah menerima laporan dari petinggi Myanmar yang menunjukkan negara ini siap memulangkan pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke negara ini.

 

Cina termasuk pendukung utama pemerintah Myanmar dan oleh karena itu, diharapkan pemerintah Beijing berupaya memainkan peran aktif dan berpengaruh di tingkat regional dan internasional guna menyelesaikan kendala pengungsi Muslim Rohingya dengan menekan pemerintah Myanmar.

 

Bangladesh saat ini menampung sekitar satu juta pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri ke negara ini akibat kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah dan militer Myanmar. Para pengungsi tersebut saat ini hidup dalam kondisi mengenaskan di kamp-kamp Bangladesh.

 

Sementara itu, maraknya kendala keamanan, ekonomi, sosial, kesehatan dan ketidakmampuan pemerintah Dhaka menyelesaikan kendala tersebut mendorong pemerintah Bangladesh selama beberapa bulan terakhir meningkatkan lobinya untuk memaksa pemerintah Myanmar menerima kembali pengungsi Rohingya.

 

Dalam hal ini, pemerintah Dhaka menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Myanmar dan PBB di mana sampai kini kesepakatan tersebut sedikit banyak belum meringankan kesulitan pengungsi Rohingya.

 

Pemerintah Cina juga sampai kini tidak mengambil sikap yang membantu menyelesaikan krisis pengungsi Muslim Rohingya, namun pemerintah Dhaka meyakini bahwa pemerintah Beijing mampu meningkatkan popularitasnya sebagai pemain berpengaruh regional dengan memainkan peran lebih aktif dalam membantu menyelesaikan krisis di kawasan.

 

William O. Beeman, pengamat politik mengatakan, " Kekuatan regional dan internasional berpura-pura bahwa Myanmar tidak memiliki keuntungan atau kepentingan strategis bagi mereka. Meskipun sejumlah penemuan minyak untuk pertama kalinya di Myanmar, yang juga menguntungkan negara-negara tetangga. Padahal perilaku sadis militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya sangat mengkhawatirkan, apalagi bagi mereka yang mengakui khawatir atas kondisi HAM di seluruh dunia. Namun sepertinya perilaku ini tidak mampu menggerakkan sejumlah negara besar."

Image Caption

 

Cina memiliki perbatasan bersama dengan Myanmar sekitar dua ribu kilo meter dan memainkan peran aktif di program pengembangan ekonomi negara ini serta ada kerja sama di bidang energi.

 

Meski demikian, menurut pandangan pemerintah Bangladesh, pemerintah Beijing dengan kesediaannya menerima tanggung jawab lebih besar, harus membantu kepentingan umum di kawasan guna menerapkan keamanan dan stabilitas, karena berlanjutnya krisis juga akan mengancam keamanan perbatasan Cina.

 

Salah satu harpaan Muslim Rohingya dari Cina adalah Beijing memaksa pemerintah Myanmar memberikan hak sipil kepada mereka sehingga kendala utama mereka terselesaikan.

 

Nurul Islam Arakani, pengamat Myanmar mengatakan, "Krisis Rohingya sejak tahun 2012 hingga kini semakin parah dan negara dunia serta PBB tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan benar. Mereka hanya merasa puas merilis statemen yang tidak berdampak bagi penyelesaian krisis Muslim Rohingya."

 

Bagaimana pun juga kunjungan menlu Bangladesh ke Cina mengindikasikan bahwa pemerintah Dhaka telah putus asa terhadap langkah pemerintah Myanmar dan peran positif PBB untuk membantu menyelesaikan kendala pengungsi Rohingya serta berhadap pemerintah Cina terlibat untuk menyelesaikan krisis ini. (MF)